BANGLI — PAMW (19), PMI asal Bangli yang bekerja di Jepang, ditemukan meninggal dunia di kamar mandi apartemennya pada Minggu (16/8). Ia diketahui baru menjalani pekerjaan di bidang pemotongan daging selama dua pekan setelah sebelumnya menjalani karantina satu bulan.
Peristiwa itu terungkap setelah korban tidak masuk kerja seperti biasanya. Pihak keluarga di Desa Landih, Bangli, telah menerima kabar duka tersebut dan saat ini masih menunggu proses kepulangan jenazah.
Hingga kini, pihak keluarga belum bisa memastikan kapan jenazah PAMW akan dipulangkan ke Bali. Proses kepulangan jenazah masih diurus oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang memberangkatkan korban ke Jepang.
Kerabat korban, KG, mengaku tidak pernah membayangkan musibah ini akan menimpa keluarganya. PAMW dikenal sebagai pribadi yang tenang dan tidak pernah mengeluhkan kendala pribadi maupun pekerjaan selama berada di luar negeri.
Sebelum ditemukan meninggal pada Minggu, PAMW masih sempat melakukan panggilan video dengan adiknya pada Sabtu (15/8) malam. Dalam percakapan terakhir itu, korban tidak menunjukkan gelagat yang aneh atau tanda-tanda sedang mengalami masalah.
Bibi korban, NWN, mengatakan bahwa PAMW memang rutin menelepon keluarga hampir setiap hari sepulang bekerja. "Setiap hari nelpon setelah pulang kerja," ujarnya.
Selama berkomunikasi dengan keluarga, PAMW beberapa kali mengaku senang bekerja di Jepang. Ia berangkat ke Negeri Sakura pada 1 Juli 2026 dan menjalani masa karantina selama satu bulan sebelum resmi mulai bekerja.
Meninggalnya PAMW menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang menunggu kepulangannya di Bangli. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti meninggalnya korban.