DENPASAR — Organisasi advokat Peradi Suara Advokat Indonesia (SAI) Denpasar resmi memulai periode kepemimpinan baru dengan agenda besar yang menyentuh isu-isu publik, mulai dari pembelaan terhadap pers hingga gugatan lingkungan. Ketua DPC Peradi SAI Denpasar, I Made "Ariel" Suardana, S.H., M.H., menyebut pelantikan ini sebagai momentum kebangkitan advokat dengan model yang lebih progresif.
Pelantikan yang digelar di Denpasar itu dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster beserta jajaran Forkopimda Bali. Kehadiran orang nomor satu di Bali tersebut menjadi sinyal kuat adanya ruang kolaborasi antara organisasi advokat dan pemerintah daerah dalam lima tahun ke depan.
Made Suardana menegaskan bahwa Peradi SAI Denpasar akan berdiri bersama pers ketika menghadapi gugatan yang bertujuan membungkam demokrasi. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya menciptakan efek ketakutan atau chilling effect di kalangan jurnalis.
"Peradi SAI akan berdiri bersama pers ketika digugat oleh siapa pun yang tujuannya untuk melakukan pembungkaman demokrasi atau menciptakan chilling effect (efek ketakutan)," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis yang diterima redaksi.
Di luar isu pers, organisasi ini juga menaruh perhatian serius pada persoalan lingkungan. Made Suardana mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah hukum terhadap sejumlah pejabat publik terkait tata kelola lingkungan yang dinilai menyimpang.
"Kami menaruh perhatian pada masalah lingkungan. Terkait