BULELENG — Puluhan siswa SMAN 2 Banjar mendapat pembekalan langsung dari KPU Kabupaten Buleleng dalam sosialisasi pemilih pemula, Sabtu (22/08/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah mulai pukul 07.00 WITA ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga menjadi momentum bagi sekolah untuk menerapkan praktik demokrasi di lingkungan pendidikan.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata. Para siswa diajak memahami pentingnya partisipasi aktif serta dibekali kemampuan menyaring informasi sebelum menentukan pilihan.
Kepala SMAN 2 Banjar, Made Mahendra Eka Purusa, menyatakan sekolah akan mengimplementasikan miniatur pemilu dalam proses pemilihan Ketua OSIS. Tahapan yang diadopsi menyerupai pemilu nasional, mulai dari pencalonan, kampanye, pengenalan calon, pemungutan suara, hingga penetapan hasil.
“Siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman demokrasi secara teori, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung proses demokrasi di lingkungan sekolah,” ujar Made Mahendra Eka Purusa.
Untuk mematangkan konsep tersebut, sekolah berencana melakukan studi tiru ke SMAN 2 Tejakula yang dinilai berhasil menggelar pemilu raya di lingkungan sekolah. Langkah ini diharapkan memberi referensi agar penyelenggaraan pemilihan Ketua OSIS di SMAN 2 Banjar lebih terstruktur.
Praktik baik ini dinilai relevan karena sejak 2026 pendidikan demokrasi telah masuk dalam pembelajaran kokurikuler. KPU Buleleng menyambut baik inisiatif sekolah tersebut sebagai bentuk nyata pendidikan pemilih yang membekali generasi muda dengan pengalaman langsung.
Kolaborasi antara KPU dan satuan pendidikan ini diharapkan mampu menyiapkan pemilih pemula yang cerdas, aktif, dan bertanggung jawab. Melalui praktik demokrasi yang sederhana dan dekat dengan kehidupan siswa, pendidikan demokrasi tidak berhenti pada tataran konsep.
Kepala SMAN 2 Banjar berharap praktik baik ini dapat menginspirasi sekolah lain dalam menghadirkan pendidikan demokrasi yang lebih nyata bagi peserta didik.