BULELENG — Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan dimulai. Mereka datang bersama keluarga untuk mencicipi berbagai menu olahan hasil laut yang disediakan, dengan sate ikan tuna dan bandeng krispi menjadi dua sajian yang paling banyak diburu pengunjung.
Kegiatan ini menjadi pemanasan sebelum pembukaan Buleleng Festival 2026 yang tinggal menghitung hari. Pemerintah daerah sengaja menggelar kampanye makan ikan di tengah keramaian untuk menarik minat masyarakat terhadap konsumsi hasil perikanan lokal.
Yeti, warga Jalan Bisma yang datang bersama suami dan anaknya, mengaku mengetahui acara ini dari informasi yang diunggah di halaman Facebook Humas Buleleng. Ia mengapresiasi cita rasa sajian yang dibagikan secara gratis tersebut.
"Olahan sate ikan yang dihidangkan terasa sangat lezat dan disajikan dalam porsi yang melimpah. Meski cita rasa sambalnya tergolong pedas, hal itu justru menambah kenikmatan tersendiri," ujar Yeti yang memang gemar mengonsumsi olahan hasil laut.
Bagi Yeti, ikan telah menjadi pilihan utama makanan keluarga. Kandungan Omega-3 serta nutrisi lain dinilai lebih baik dibandingkan daging merah yang memiliki kadar lemak lebih tinggi.
"Meskipun mengolah ikan terkadang membutuhkan sedikit kesabaran karena adanya duri, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat saya untuk terus menyajikan dan menikmati hidangan sehat ini demi kesehatan keluarganya karena Buleleng sendiri yang garis pantainya paling panjang tentu hasil lautnya berlimpah," tutupnya.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng menyiapkan ribuan porsi makanan berbahan dasar ikan untuk dibagikan kepada masyarakat. Total 2.200 porsi bandeng krispi dan 4.300 tusuk sate ikan tuna disediakan dalam kegiatan ini.
Jumlah tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat mencicipi langsung berbagai olahan ikan sekaligus mengenal lebih jauh manfaat konsumsi hasil perikanan.
Kampanye Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan. Kandungan gizi ikan dinilai mendukung pertumbuhan anak dan perkembangan kecerdasan otak, sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting.
Potensi perikanan Buleleng menjadi alasan utama kegiatan ini terus didorong. Wilayah dengan garis pantai terpanjang di Bali ini menyimpan potensi hasil laut yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan sekaligus dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi.
Pelaksanaan Gerakan Makan Ikan dijadwalkan kembali pada momentum penutupan Buleleng Festival 2026, Minggu (23/8/2026). Kehadiran kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat pesan bahwa konsumsi ikan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat sekaligus mendukung pemanfaatan potensi perikanan lokal.