BALI — Momen bersejarah itu terjadi saat keduanya menggunakan pitching wedge. Davis, yang baru pertama kali merasakan ace seumur hidupnya, memukul lebih dulu. Bola Lewis menyusul beberapa saat kemudian, menjadi hole-in-one keduanya setelah yang pertama diraih 12 tahun lalu.
"Saya tahu pukulan saya mengenai bendera, tapi karena topografi green, kami tidak bisa melihat dasar pin," kata Davis. Ia mengaku awalnya mengira bola memantul ke fringe, sehingga tidak terlalu bergembira. Lewis juga mengira pukulannya mendekati lubang, namun tidak melihat bola masuk.
Ketika berjalan mendekat dan tidak melihat bola di green, salah satu rekan bermain menyuruh mereka melihat ke lubang bersama. "Melihat kedua bola di dalam lubang terasa surealis. Kami hanya berjabat tangan dan mencoba mencerna semuanya," ujar Davis.
Setelah momen itu mereda, keduanya menuju bar clubhouse dan, sesuai tradisi, membeli minuman untuk pegolf lain. Kini Davis harus memutuskan bagaimana cara memasang bola untuk menandai momen luar biasa tersebut. Berbeda dengan ace pertamanya di lubang 4 lapangan yang sama 12 tahun lalu, Lewis mengaku lupa mengganti bola dan langsung memukulnya ke semak gorse hingga hilang. "Saya tidak akan membuat kesalahan yang sama kali ini!" katanya.
James Crampton, Direktur Kejuaraan England Golf, menyebut beberapa orang menjalani hidup tanpa pernah mendapatkan hole-in-one. "Mendapatkannya, bersama teman, di lubang yang sama, sungguh luar biasa. Ini momen yang akan mereka kenang seumur hidup," ujarnya.
National Hole in One Registry memperkirakan peluang kejadian ini 17 juta berbanding satu. Sebagai perbandingan, peluang meninggal akibat serangan hiu seumur hidup adalah 1 banding 4,3 juta. Peluang melempar dadu dengan angka tertentu sembilan kali berturut-turut, atau menebak angka tujuh digit sekali coba, adalah 1 banding 10 juta. Sementara peluang melempar koin dengan sisi yang sama 24 kali berturut-turut adalah 1 banding 16,7 juta.