Pencarian

Hari Baik Hindu Bali Sabtu 19 September 2026, Kala Empas Turun Waktunya Menanam Umbi

Sabtu, 19 September 2026 • 14:01:01 WIB
Hari Baik Hindu Bali Sabtu 19 September 2026, Kala Empas Turun Waktunya Menanam Umbi

DENPASAR — Kala empas yang turun pada Sabtu, 19 September 2026, membuka peluang bagi warga Bali untuk memulai penanaman umbi-umbian. Penanggalan tradisional Bali menandai hari tersebut sebagai waktu yang mendukung sejumlah aktivitas pertanian dan pekerjaan berbasis api. Sebaliknya, beberapa upacara besar dan pekerjaan bangunan justru masuk kategori pantangan.

Bagi keluarga yang selama ini menunda turun ke sawah atau kebun, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk memulai musim tanam. Selain umbi-umbian, hari baik ini juga mencakup penanaman tumbuhan berbuah dan mulai memelihara ternak.

Pekerjaan Berapi dan Pembuatan Alat Jadi Prioritas

Geni rawana menandai hari yang baik untuk segala pekerjaan menggunakan api. Aktivitas seperti pembakaran, pengelasan, hingga pekerjaan yang bersinggungan dengan tungku masuk kategori ini.

Meski demikian, geni rawana tidak berlaku untuk mengatapi rumah. Melaspas atau mengupacarai bangunan baru juga tidak dianjurkan pada hari yang sama. Bercocok tanam di luar umbi-umbian pun tidak masuk kategori baik.

Kala jangkut memberi ruang bagi warga yang hendak membuat pencar, jaring, dan senjata. Sementara kala ingsor menjadi penanda hari yang mengandung sifat mengecewakan, sehingga perlu kehati-hatian dalam mengambil keputusan penting.

Kajeng Rendetan hingga Kala Matampak: Waktunya Bertani

Kajeng rendetan secara khusus menandai hari baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah. Warga yang berencana menanam pohon buah di pekarangan atau lahan produktif bisa memilih tanggal ini.

Kala bangkung dan kala nanggung memberi lampu hijau untuk mulai memelihara ternak. Kala matampak memperkuat anjuran bercocok tanam secara umum pada hari tersebut.

Ada catatan penting soal pembukaan lahan baru. Pepedan menandai hari yang tidak baik untuk membuka lahan pertanian baru. Panca prawani juga tidak dianjurkan dipakai sebagai dewasa ayu. Pembuatan peralatan dari besi masuk kategori tidak baik meski pekerjaan berapi lain diperbolehkan.

Semut Sedulur: Gotong Royong dan Kampanye

Semut sedulur menjadi hari baik untuk gotong royong dan kerja bakti. Kegiatan memulai kampanye serta membentuk perkumpulan juga masuk kategori yang didukung penanggalan ini.

Yang perlu dihindari, mengubur atau membakar mayat tidak dianjurkan pada hari Semut sedulur. Salah wadi menandai hari yang tidak baik untuk Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.

Rangda tiga secara spesifik tidak baik untuk upacara pawiwahan atau pernikahan. Carik walangati memperkuat larangan tersebut, termasuk untuk atiwa-tiwa atau ngaben dan membangun rumah.

Pararasan dan Pancasuda Hari Ini

Pararasan pada 19 September 2026 jatuh pada Laku Bintang. Pancasuda berada di Satria Wirang, sementara Ekajalaresi tercatat Buat Astawa.

Pratiti hari ini adalah Nama rupa. Kombinasi penanggalan ini menjadi rujukan bagi warga yang hendak menyusun jadwal kegiatan adat maupun pertanian.

Bagi umat yang hendak memulai proyek besar seperti pernikahan atau ngaben, disarankan menunggu hari lain sesuai penanggalan dewasa ayu. Sementara untuk urusan dapur, kebun, dan ternak, Sabtu ini bisa dimanfaatkan tanpa keraguan.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bali.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks