Pencarian

Band Rock Denpasar Jangar Rilis Single "Air Keras", Serukan Perlawanan Lewat Kata-kata Menuju Album Raja Pasir

Jumat, 18 September 2026 • 11:16:01 WIB
Band Rock Denpasar Jangar Rilis Single

DENPASAR — Jangar, band rock yang digawangi Pasek Darmawaysya (drum), Dewa Adi Sanjaya (gitar), Rai Biomantara (bass), dan Gusten Keniten (vokal), merilis "Air Keras" melalui label Silver Records. Single ini sudah bisa didengar di berbagai layanan streaming musik seperti Apple Music, YouTube Music, dan Deezer.

Bagi Jangar, kata-kata punya daya gentar yang melebihi senjata fisik. Gagasan itu menjadi denyut utama lagu ini, yang berbicara tentang bagaimana kekuasaan bertindak represif terhadap mereka yang berani bersuara.

Mengapa Kata-kata Lebih Ditakuti Penguasa

Pasek menyebut tindakan represif bukan fenomena baru. Sepanjang sejarah, kekuasaan telah berulang kali memusnahkan peradaban demi mempertahankan kontrol.

"Tindakan-tindakan represif bukanlah hal baru. Dalam sejarah umat manusia, berbagai kejadian telah menunjukkan bagaimana kekuasaan memusnahkan peradaban. Kuasa adalah kontrol, kontrol berarti meniadakan kebebasan, penyaringan informasi, dan mempersempit ruang diskusi," ungkap Pasek.

Menurutnya, yang paling ditakuti penguasa bukanlah pedang atau senjata api, melainkan kata-kata. Sebab kata-kata mampu menggerakkan massa, membalikkan fakta, bahkan menjatuhkan sebuah negara.

"Itulah hal yang paling ditakuti oleh kekuasaan, bukan pedang atau senjata api, melainkan kata-kata. Kata-kata bisa menggerakkan massa, kata-kata bisa membalikkan fakta, bahkan bisa menjatuhkan satu negara," lanjutnya.

Air Keras sebagai Metafora Tekanan dan Perlawanan

Judul "Air Keras" dipakai Jangar untuk menggambarkan tekanan yang dialami warga saat menyuarakan kekecewaan terhadap penguasa dan aparatnya. Meski begitu, perlawanan yang diserukan bukan lewat kekerasan.

"'Air Keras' adalah ajakan untuk sadar, ajakan untuk mengangkat senjata dan melawan sistem yang cacat, tidak dengan kekerasan, tapi dengan senjata yang kita miliki sejak bisa menulis dan membaca, yaitu akal dan kata-kata," ujar Pasek.

Raja Pasir dan Pilihan Visual Gurun Tanpa AI

"Air Keras" menjadi pintu masuk menuju Raja Pasir, album penuh kedua Jangar setelah Jelang Malam (2019). Ini juga menjadi rilisan panjang terbaru mereka setelah album mini Malam yang dilepas pada 2024.

Bersamaan dengan perilisan single, Jangar mulai memperkenalkan wajah Raja Pasir lewat sampul albumnya. Mereka kembali menggandeng Morrgth, seniman visual sekaligus pemain bass Rajasinga yang sebelumnya mengerjakan sampul Jelang Malam.

Untuk Raja Pasir, Jangar menginginkan visual gurun yang sunyi dan misterius, namun tetap memberi sensasi gerah dan panas terik. Di tengah gempuran kecerdasan buatan, mereka memilih kembali pada sentuhan tangan dalam menerjemahkan gagasan tersebut menjadi karya visual.

"Di era gempuran kecerdasan buatan, kami merindukan sentuhan tangan dan kepiawaian Morgan, yang menerjemahkan desain sampul kami menjadi pernyataan. Goresan cat air pada kertas bertekstur, tumpahnya isi kepala menjadi sketsa dan warna, adalah sebuah fetish yang tidak bisa kita dapatkan dengan prompt. Bukan anti kemajuan, tapi apakah menumpulkan kemampuan manusia juga disebut kemajuan?" ungkap Pasek.

Jadwal Rilis: Dua Lagu di Maxi Single 16 September

Setelah "Air Keras", Jangar akan melepas dua lagu dalam format maxi single pada 16 September 2026. Raja Pasir kemudian dirilis secara penuh pada 6 Oktober 2026.

Melalui Silver Records, "Air Keras" kini sudah dapat dinikmati di berbagai layanan musik streaming seperti Apple Music, YouTube Music, Deezer, dan lain sebagainya.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tatkala.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks