MANGUPURA — General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, menyatakan latihan tahunan ini dirancang untuk menguji efektivitas dokumen Airport Emergency Plan (AEP) yang menjadi pedoman penanganan situasi darurat di kawasan bandara. Simulasi juga memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing saat menghadapi kondisi yang butuh respons cepat.
Fungsi komando, koordinasi, dan komunikasi antarsatuan kerja maupun instansi eksternal akan diuji menyeluruh. Tujuannya agar seluruh pihak mampu bekerja terpadu jika sewaktu-waktu terjadi insiden.
Tiga Skenario Latihan: Kebakaran Gedung, Keamanan, dan Kecelakaan Pesawat
Skenario pertama adalah Building Fire Exercise yang berfokus pada penanganan kebakaran gedung. Petugas akan diuji kecepatan respons, prosedur evakuasi, serta koordinasi antarunit saat menangani insiden kebakaran.
Skenario kedua berupa Airport Security Exercise untuk mengukur kesiapan petugas menghadapi gangguan keamanan di kawasan bandara. Latihan ini menjaga keamanan fasilitas dan pengguna jasa penerbangan.
Adapun skenario ketiga adalah Aircraft Accident Exercise atau simulasi kecelakaan pesawat udara. Seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan kecelakaan penerbangan dilibatkan agar proses tanggap darurat berjalan sesuai prosedur.
"Dalam pelaksanaan AEE kali ini, kami melaksanakan tiga skenario latihan yang mencakup Building Fire Exercise, Airport Security Exercise, dan Aircraft Accident Exercise. Masing-masing skenario dirancang untuk menguji kesiapan personel dan efektivitas prosedur dalam menghadapi kondisi yang berbeda, mulai dari penanganan kebakaran gedung, gangguan keamanan di bandara, hingga simulasi penanganan kecelakaan pesawat udara," ujar Nugroho Jati.
Mengapa Bali Butuh Latihan Darurat Skala Penuh
Bali merupakan destinasi wisata yang dikenal luas wisatawan domestik maupun mancanegara. Aktivitas penerbangan berlangsung setiap hari dalam jumlah tinggi, sehingga kesiapan seluruh unsur terkait menghadapi kondisi darurat tidak bisa diabaikan.
"Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang populer di dunia. Sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan di Pulau Bali, kami berkomitmen untuk senantiasa memastikan aspek keamanan dan keselamatan operasional penerbangan dan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selalu terjaga. Oleh karena itu, pelaksanaan Airport Emergency Exercise menjadi sangat penting untuk menguji dan memastikan kesiapan seluruh pihak terkait dalam menghadapi keadaan darurat," kata Nugroho Jati.
Simulasi Dibuat Semirip Mungkin dengan Situasi Sebenarnya
Pelaksanaan Airport Emergency Exercise akan dibuat semirip mungkin dengan situasi darurat yang sebenarnya. Pendekatan ini agar setiap tahapan penanganan dievaluasi lebih akurat dan memberi gambaran nyata soal efektivitas prosedur yang diterapkan.
Latihan tersebut juga memperkuat sinergi antarinstansi yang tergabung dalam komunitas bandara. Jalur komunikasi dan koordinasi yang terbangun selama simulasi diharapkan meningkatkan kemampuan seluruh pihak memberi respons cepat, tepat, dan terarah saat menghadapi kondisi darurat sesungguhnya.
Latihan ini menjadi bagian dari agenda rutin yang dilaksanakan berkala. Tidak hanya menguji kesiapan personel, kegiatan tersebut menilai efektivitas prosedur operasional standar (SOP), dokumen pendukung, hingga koordinasi antarlembaga dalam operasional kebandarudaraan.