BALI — Data Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) hingga 8 Agustus 2026 menunjukkan progres signifikan di sisi hunian sementara. Dari total 18.916 unit huntara yang dibangun, 18.874 unit sudah ditempati warga.
Namun di sisi hunian tetap, jumlah yang baru siap dibangun masih minim, yakni 309 unit. Kunjungan Wapres ke Sumatera Utara, Jumat (4/9), merupakan respons atas kondisi itu. Gibran berangkat dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 05.15 WIB.
Ribuan Sumur Bor Rampung, Lahan Sawah Mulai Pulih
Bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatera memaksa pemerintah melakukan pemulihan besar-besaran. Sebanyak 30 kementerian/lembaga dan pihak swasta terlibat di bawah koordinasi Satgas PRR.
Di Aceh, pembangunan sumur bor telah rampung mencapai 511 unit. Ditambah 259 unit sumur bor yang dilengkapi fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Sektor pertanian juga mulai bergerak pulih. Lahan sawah dengan kerusakan ringan yang dioptimalkan kembali mencapai 6.706 hektare. Sementara sawah yang mengalami kerusakan berat telah direhabilitasi seluas 4.393 hektare.
Baru 40 Persen Dana TKD Terserap, Wapres Kebut Fisik di Lapangan
Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana transfer ke daerah (TKD) senilai Rp1,98 triliun kepada pemerintah daerah untuk mendukung pemulihan. Realisasi hingga 16 Juli 2026 tercatat Rp337,29 miliar, atau sekitar 40 persen dari total anggaran, untuk 346 paket pekerjaan fisik.
Penyerapan anggaran yang belum maksimal ini diduga terkait tahapan lelang dan mobilisasi peralatan. Kunjungan Wapres diharapkan mempercepat eksekusi di daerah, terutama untuk pembangunan huntap yang masih jauh dari kebutuhan.
Selain meninjau huntara dan huntap, Gibran juga dijadwalkan memeriksa sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana. Pendampingan langsung dari pemerintah pusat menjadi kunci memastikan pembangunan tidak tersendat di tingkat tapak.
Jatah Hidup untuk Penyelamat Terus Disalurkan
Di tengah proses rekonstruksi, pemenuhan kebutuhan dasar penyintas terus berjalan. Satgas PRR mencatat alokasi jatah hidup telah diberikan dan diterima oleh 118.594 jiwa penyintas hingga awal Agustus lalu. Logistik tersebut diharapkan menjaga daya tahan warga selama masa transisi menuju hunian permanen.
Kehadiran Wapres langsung di Sumatera Utara menjadi sinyal kuat bahwa progres rehabilitasi dan rekonstruksi tidak boleh berhenti pada pembangunan huntara saja. Targetnya, warga dapat segera menempati hunian tetap yang layak dan infrastruktur sosial ekonomi kembali berfungsi normal.