GIANYAR — Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang digelar Disdikpora Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, serta IGTKI-PGRI Provinsi Bali. Puluhan pendidik dan pengelola satuan pendidikan diajak menyamakan persepsi tentang pentingnya tumbuh kembang anak yang tidak berfokus pada satu aspek semata.
PAUD HI di Gianyar: TK Negeri Hindu dan TPA Jadi Fondasi
Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Dr. Surya Adnyani Mahayastra menyebut Pemkab Gianyar telah merintis TK Negeri Hindu yang tersebar di tujuh kecamatan. Selain itu, pemerintah daerah juga mendirikan Tempat Penitipan Anak (TPA) Gianyar sebagai bagian dari dukungan layanan pengasuhan bagi anak usia dini.
"PAUD HI harus dibangun secara menyeluruh dengan melibatkan pendidikan, kesehatan, gizi, keluarga, dan perlindungan anak. Karena itu, penguatan pendidik dan keterlibatan orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan," jelasnya.
Transisi PAUD ke SD: Tes Calistung Dihapus
Salah satu kebijakan yang ditegaskan adalah program Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Penerapannya berjalan lewat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tanpa tekanan akademik, sekaligus menghapus tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai syarat masuk SD.
"Yang utama adalah memastikan anak memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang aman dan menyenangkan sejak usia dini," ujar Dayu Surya.
Dukungan Akses Pendidikan hingga Kesehatan Inklusif
Pemkab Gianyar juga memperluas akses pendidikan melalui program Gelari Gianyar Wajar dan SERGAP NEGRIKU. Anak-anak mendapatkan dukungan berupa seragam, tas, tumbler, dan kotak makan.
Dari sisi kesehatan dan inklusi, tersedia PMT GIRANG, Bunda Sayang Anak Inklusif (SAINS), serta Festival PAUD Inklusi. Layanan ini dirancang untuk memastikan tumbuh kembang anak terpantau sejak dini, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus.
Penguatan Pendidik dan Orang Tua
Kapasitas pendidik dan pola asuh orang tua tidak luput dari perhatian. Pemkab Gianyar menjalankan Bunda Gianyar Pandai, Diklat Muatan Lokal Dongeng, hingga pemberian insentif bagi Guru Tetap Yayasan.
Perlindungan sosial bagi tenaga pendidik PAUD non-ASN dan swasta juga difasilitasi melalui BPJS Ketenagakerjaan. Beasiswa pendidik turut diberikan agar kualitas pengajaran di satuan PAUD terus meningkat.
Menakar Peran PAUD HI bagi Generasi Emas Bali
Kepala Disdikpora Provinsi Bali yang diwakili Pengawas Sekolah Ahli Madya Sang Putu Kompyang Arda menegaskan bahwa usia dini merupakan periode emas pembentukan karakter, kecerdasan, dan kesehatan anak.
"Anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan, tetapi juga gizi yang baik, kesehatan, pengasuhan penuh kasih sayang, dan perlindungan. Itulah inti dari PAUD HI, sebuah kebijakan yang memandang kebutuhan anak secara menyeluruh dan terpadu," ujarnya.
Penguatan ini sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana. Pembangunan manusia Bali yang unggul disebut perlu dimulai sejak usia dini dengan tetap berakar pada nilai adat dan budaya Bali. "Kita ingin anak-anak di Kabupaten Gianyar tumbuh menjadi anak yang cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan memiliki karakter budaya Bali yang kuat," pungkasnya.