DENPASAR — Ajang Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 Tahun 2026 tidak sekadar menjadi kompetisi pemilihan figur, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga laut, lingkungan, dan meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi. Kegiatan yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Sabtu (22/8) malam ini diikuti 135 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Bali.
Dalam ajang tersebut, Ni Komang Larasati terpilih sebagai Duta Maritim Bali 2026. Sementara itu, Ariella dinobatkan sebagai Kids Maritim Bali 2026 dan Duma sebagai Pra-Kids Maritim Bali 2026. Sebelum malam puncak, rangkaian acara juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian paket ikan kepada masyarakat penerima manfaat.
Pemerintah Pusat Dukung Penuh Forum Maritim Bali
Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Machmud, S.P., M.Sc., menyatakan pemerintah terus menjaga potensi kelautan dan perikanan Indonesia melalui berbagai kebijakan serta program strategis yang berkelanjutan.
"Sejalan dengan program Swasembada pangan yakni pilar utama dalam misi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Kebijakan ini menempatkan ketersediaan pangan mandiri sebagai fondasi kedaulatan nasional, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan rakyat tanpa bergantung pada negara lain dan juga fokus pada penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas," ujarnya.
Machmud menambahkan, Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar. Pemanfaatan potensi tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga ekosistem laut.
"Selain juga berbagai program lainnya seperti penanggulangan sampah di lautan dan program Gemarikan. Pemerintah pusat mendukung penuh Forum Maritim Bali melalui Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 sebagai wadah memperkuat sinergi menjaga kekayaan laut dan membangun kesadaran generasi muda dalam menjaga pentingnya laut, lingkungan, dan pangan dari kekayaan kelautan dan perikanan di Bali," ucapnya.
Edukasi dari Sekolah hingga Masyarakat
Anggota DPR RI I Nyoman Parta, S.H., yang juga menjabat Dewan Pembina Forum Maritim Bali, menilai para peserta memiliki tingkat edukasi dan kepercayaan diri yang cukup menonjol. Menurutnya, aktivitas para peserta tidak berhenti pada kegiatan komunitas, tetapi juga menyentuh lingkungan sekolah dan masyarakat.
"Mereka tidak hanya aktif dalam kegiatan komunitas, tetapi juga sering masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi tentang bagaimana merawat laut, mengenalkan apa saja yang ada di laut, serta membangun kebiasaan gemar makan ikan," ujarnya.
Ia berharap pemerintah memberikan dukungan yang lebih besar terhadap komunitas yang bergerak dalam bidang kelautan. Keterlibatan relawan, terutama anak-anak dan generasi muda, dinilai memiliki peran penting dalam memperluas edukasi mengenai laut.
"Mereka adalah generasi yang dapat membantu mengedukasi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap laut, lingkungan, dan konsumsi ikan. Saya berharap gerakan ini dapat terus dibangun dan dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak-anak yang terlibat dan semakin luas manfaat yang diberikan kepada masyarakat," tegas Nyoman Parta.
Duta Terpilih Diminta Jadi Agen Perubahan
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menegaskan menjaga laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, nelayan, maupun masyarakat pesisir, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap para duta terpilih tidak hanya menjadi ikon kegiatan, tetapi juga agen perubahan yang menyampaikan pesan-pesan positif mengenai kelautan.
"Menjaga laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, nelayan, maupun masyarakat pesisir, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, saya berharap anak-anak ini tidak hanya menjadi ikon kegiatan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyampaikan pesan-pesan positif mengenai kelautan kepada teman sebaya, keluarga, sekolah, dan masyarakat," ujarnya.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua PHRI Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (Cok Ace), Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, S.T., M.M.S., akademisi Universitas Udayana dan UGM, serta jajaran OPD Pemkot Denpasar. Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa melalui sambutan video.