Pencarian

PIB College Tabanan Gelar Seminar Internasional Education 5.0, Bahas Kesenjangan Kompetensi Industri

Kamis, 10 September 2026 • 11:16:31 WIB
PIB College Tabanan Gelar Seminar Internasional Education 5.0, Bahas Kesenjangan Kompetensi Industri
Politeknik Internasional Bali (PIB College) menggelar International Seminar dan Partner Engagement di Dr. Frans Auditorium, Tabanan, Bali.

TABANAN — Politeknik Internasional Bali (PIB College) menyelenggarakan International Seminar dan Partner Engagement bertajuk "Strategi Optimalisasi Sumber Daya di Institusi Pendidikan Vokasi" dengan tema Implementasi Education 5.0 untuk Menjembatani Kesenjangan Kognitif Digital dan Kesenjangan Kompetensi Industri. Kegiatan berlangsung di Dr. Frans Auditorium, PIB College, Tabanan, Bali.

Seminar ini mempertemukan perspektif pemerintah, akademisi, dan industri untuk membahas transformasi pendidikan vokasi menghadapi perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI), perubahan kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan kompetensi industri yang semakin dinamis.

Dua Kesenjangan yang Jadi Fokus Pembahasan

Pembahasan utama seminar menyoroti dua tantangan yang masih dihadapi pendidikan vokasi, yaitu Digital Cognitive Gap dan Industry Competency Gap.

Kesenjangan tersebut mencakup kesiapan dalam mengadopsi teknologi pembelajaran serta kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan aktual industri.

Kepala LLDIKTI Wilayah VIII: Kurikulum Harus Adaptif dan Berorientasi Dampak

Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU, ASEAN.Eng., Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, menyatakan implementasi Education 5.0 dalam pendidikan vokasi membutuhkan optimalisasi sumber daya manusia, kurikulum yang adaptif terhadap industri, kolaborasi lintas sektor, hingga evaluasi pendidikan yang tidak berhenti pada proses, tetapi berorientasi pada dampak.

Kurikulum juga perlu diarahkan pada prinsip siap kerja dan siap usaha, dengan mengacu pada standar kompetensi nasional maupun global. Transformasi tersebut turut menuntut peningkatan kompetensi dosen dalam pedagogi daring dan hybrid, teknologi pendidikan, Learning Management System (LMS), simulasi, serta metode pembelajaran interaktif.

Ditjen Dikti: Perguruan Tinggi Vokasi Harus Ukur Kontribusi Nyata, Bukan Hanya Reputasi

Prof. Dr. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemdiktisaintek, menyoroti perlunya perubahan orientasi institusi pendidikan vokasi. Perguruan tinggi tidak cukup hanya mengejar publikasi dan reputasi akademik, tetapi perlu bergerak menuju relevansi, employability, inovasi, impact, dan sustainability.

Transformasi tersebut mencakup penguatan talenta akademik, pembelajaran berbasis future skills, riset dan inovasi berdampak, hilirisasi, serta kemitraan internasional yang strategis. Pemanfaatan AI dan transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam membangun institusi yang data-driven, mulai dari proses pembelajaran dan riset hingga digital academic services, smart campus, tata kelola data, dan keamanan siber.

Ukuran keberhasilan perguruan tinggi vokasi tidak hanya terletak pada indikator akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata yang dihasilkan bagi lulusan, masyarakat, industri, ekonomi, kebijakan, dan pembangunan nasional.

InJourney: Industri Pariwisata Butuh Talenta Siap Teknologi dan Berkelanjutan

Dari perspektif industri pariwisata, Robby Saputra, M.T.I., CPEC, VP Human Capital Development & Sustainability InJourney, menekankan bahwa membangun future-ready tourism talent membutuhkan proses pengembangan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Talent crisis, especially in tech-touch, the growing pressure on sustainability and the urgency untuk bisa memberikan value proposition yang berdampak menjadi focus integrasi kunci untuk membangun ekosistem serta pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan.

Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui program profesional, leadership development, mentoring, sertifikasi, pengalaman global, serta experiential learning. Human capital development perlu berjalan bersama prinsip sustainability dan employee wellbeing untuk mendukung pertumbuhan organisasi dalam jangka panjang.

Bentuk Kerja Sama yang Ditawarkan ke Industri

Kerja sama antara institusi pendidikan dan industri dapat dikembangkan melalui magang, guest lecture, sertifikasi, beasiswa, joint research, hingga keterlibatan mahasiswa dan institusi pendidikan secara langsung dalam ekosistem industri.

Coventry University: Vokasi Harus Bekali Kompetensi Spesifik Lewat Project-Based Learning

Prof. Benny E. Tjahjono, B.Eng., M.Sc., Ph.D., Professor of Sustainability and Supply Chain Management, Coventry University, UK, mengangkat kembali esensi pendidikan vokasi sebagai pendidikan yang berorientasi pada profesi dan keterampilan.

Pendidikan vokasi idealnya membekali mahasiswa bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga kompetensi spesifik melalui project-based learning, magang industri, apprenticeship, dan entrepreneurship.

Pembukaan dan Susunan Acara

Direktur PIB College, Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, B.A.E., M.S., M.M., M.Mis., M.H., D.Th., Ph.D., D.Ag., membuka kegiatan melalui welcome remarks yang menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam membangun pendidikan vokasi yang semakin relevan dengan perkembangan industri.

Seminar dimoderatori oleh Prof. Benny E. Tjahjono dari Coventry University, UK, dengan Made Herry Erika Sedana, M.Tr.Par., M.Sc., Direktur Partnership & Event PIB College, sebagai host.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fajarbali.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks