Pencarian

Pemkab Badung Siapkan Lahan 42 Hektare untuk Tanam Cabai, Target Produksi 420 Ton hingga Akhir 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:11:31 WIB
Pemkab Badung Siapkan Lahan 42 Hektare untuk Tanam Cabai, Target Produksi 420 Ton hingga Akhir 2026
Pemkab Badung menyiapkan lahan 42 hektare di tiga kecamatan untuk menanam cabai dengan target produksi 420 ton hingga akhir 2026.

BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) memastikan pasokan cabai di pasar tetap aman dengan menggenjot produksi lokal. Lahan seluas 42 hektare yang tersebar di tiga kecamatan disiapkan untuk menjadi lumbung cabai baru, menargetkan total produksi 420 ton.

Kepala Diperpa Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, menyebut program ini merupakan respon atas potensi kelangkaan cabai yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi. "Total target produksi 10 ton per hektare dikali 42 hektare, jadi ditargetkan produksi 420 ton," ujarnya, Rabu (19/8/2026).

Lokasi Pengembangan Tersebar di Tiga Kecamatan

Lahan pengembangan cabai tersebar di Kecamatan Mengwi, Abiansemal, dan Petang. Di Mengwi, penanaman dilakukan di sejumlah subak dan kelompok tani, termasuk Subak Lepud seluas 4 hektare dan Subak Perang seluas 2 hektare. Sementara itu, Kecamatan Abiansemal menyiapkan lahan di Subak Blahkiuh, Citra, Tanah Putih, dan Umasangiang.

Kecamatan Petang menjadi wilayah dengan alokasi lahan terluas. Subak Wana Sari, Semanik Sari, dan Sedana Winangun masing-masing menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk program ini.

Gerakan Tanam Perdana di Subak Lepud pada 26 Agustus

Gerakan tanam cabai akan dimulai dalam waktu dekat di Subak Lepud, Desa Baha, Mengwi. Rencananya, penanaman perdana dilakukan pada 26 Agustus melibatkan 80 petani dengan varietas unggulan Caliber.

Di lokasi tersebut, lahan seluas 4 hektare akan dikelola oleh delapan kelompok munduk. Sarana produksi seperti benih, pupuk, hingga pemasangan mulsa telah disiapkan sejak akhir Juli untuk memastikan kesiapan tanam.

Panen Diproyeksikan Mulai Oktober, Pemda Siapkan Skema Penyerapan

Hasil panen dari seluruh lahan diproyeksikan mulai membanjiri pasar pada Oktober hingga November 2026. Untuk menjaga harga tetap stabil di tingkat petani, pemerintah daerah telah menyiapkan skema penyerapan hasil panen.

"Strategi kami menjalin dan menggandeng kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana untuk membeli hasil panen petani, di samping petani menjual ke pengepul maupun langsung memasarkan ke pasar," pungkas Raka.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks