TABANAN — Desa Batunya yang membentang di Kecamatan Baturiti tengah menggenjot transformasi pertaniannya. Lahan pekarangan yang memadai dan limbah ternak yang melimpah menjadi modal utama desa ini untuk lepas dari ketergantungan pupuk kimia.
Mayoritas warga di empat dusun desa ini menggarap kebun dan ladang, sekaligus memelihara babi serta unggas di pekarangan rumah. Kotoran ternak yang selama ini terbuang kini disulap menjadi pupuk alami, menekan pengeluaran petani yang sebelumnya rutin membeli pupuk kimia dan pestisida sintetis.
Jenis Sayuran yang Dibudidayakan Warga
Hasil bumi Desa Batunya selama ini rutin dipasok ke pasar-pasar tradisional di kawasan Baturiti hingga pusat Kabupaten Tabanan. Beragam komoditas hortikultura tumbuh subur di lahan desa ini.
- Sawi, kangkung, dan bayam menjadi komoditas harian andalan
- Buncis, timun, dan terong menyusul sebagai hasil musiman
- Cabai merah, cabai rawit, serta bawang daun turut mengisi rantai pasok
Dorongan Beralih ke Pupuk Organik
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan menilai tren gaya hidup sehat masyarakat modern membuka peluang pasar baru bagi produk pertanian bebas kimia. Peralihan ini dinilai tidak hanya memangkas biaya produksi, tetapi juga menaikkan kualitas dan nilai jual pangan yang lebih sehat.
Potensi peternakan organik di desa ini juga mulai dilirik pasar perkotaan. Produk peternakan yang dihasilkan dari pakan alami dinilai memiliki manfaat kesehatan lebih tinggi, sehingga berpeluang mengerek kesejahteraan ekonomi keluarga petani.
Peran Kelompok Tani Wanita dan Ibu-Ibu PKK
Gerakan pertanian sehat di Desa Batunya tidak hanya digerakkan petani laki-laki. Kelompok Tani Wanita (KWT) Desa Batunya yang diisi ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bahu-membahu mengelola budidaya tanaman organik di pekarangan dan lahan kelompok.
Hasil panen dari tangan para perempuan ini tidak hanya dipasarkan secara lokal. Sayuran organik produksi mereka sudah dipasok langsung ke sejumlah restoran dan hotel di kawasan sekitar Baturiti dan Tabanan.
Sinergi antara potensi alam, pengolahan limbah ternak mandiri, dan peran aktif kelompok wanita tani ini menempatkan Desa Batunya sebagai calon pelopor desa mandiri pangan berbasis produk organik di Bali Utara.