Pencarian

Penyaluran KUR di Bali Tembus Rp6,92 Triliun hingga Juni 2026, Buleleng Catat Debitur Terbanyak

Jumat, 31 Juli 2026 • 23:17:31 WIB
Penyaluran KUR di Bali Tembus Rp6,92 Triliun hingga Juni 2026, Buleleng Catat Debitur Terbanyak
Penyaluran KUR di Bali mencapai Rp6,92 triliun hingga Juni 2026 dengan total 79.272 debitur.

DENPASAR — Pertumbuhan penyaluran KUR di Pulau Dewata ini sejalan dengan bertambahnya jumlah debitur yang kini mencapai 79.272 orang, naik delapan persen dari 72.771 debitur pada semester I 2025. Capaian tersebut menempatkan Bali di peringkat enam besar provinsi dengan penyaluran KUR terbesar secara nasional.

"Bali masuk enam besar provinsi dalam penyaluran KUR terbesar di tanah air," kata Kepala Kanwil DJPb Bali Supendi di Denpasar, Jumat.

Buleleng Unggul dari Jumlah Debitur, Denpasar dari Nilai Kredit

Kepala Kanwil DJPb Bali Supendi di Denpasar, Jumat, memaparkan terdapat perbedaan karakteristik penyaluran di dua wilayah. Kabupaten Buleleng mencatatkan jumlah debitur tertinggi dengan 14.649 orang, namun nilai kreditnya mencapai Rp831,65 miliar.

Sementara itu, Kota Denpasar menjadi daerah dengan nilai nominal penyaluran terbesar, yakni Rp1,18 triliun yang disalurkan kepada 9.870 debitur.

Sektor Perdagangan Mendominasi, Pertanian di Posisi Kedua

Dari sisi sektor usaha, debitur yang bergerak di bidang perdagangan besar dan eceran mendominasi dengan porsi 33 persen. Sektor pertanian menyusul di posisi kedua dengan kontribusi 20 persen, diikuti usaha jasa kemasyarakatan, sosial budaya, dan hiburan sebesar 13 persen.

Penyaluran KUR di Bali saat ini melibatkan 20 lembaga keuangan, mencakup bank BUMN, bank swasta nasional, bank pembangunan daerah dari Bali dan provinsi lain, koperasi, serta pergadaian.

Suku Bunga KUR Masih Terjangkau untuk Usaha Produktif

Pemerintah memastikan besaran bunga KUR tetap terjangkau bagi pelaku usaha produktif. Suku bunga KUR Super Mikro ditetapkan sebesar 3 persen efektif per tahun, sedangkan KUR Mikro dan KUR Kecil untuk sektor produksi serta perdagangan berorientasi ekspor tetap berada di angka 6 persen efektif per tahun.

Skema pembiayaan ini menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro di daerah, seiring dengan meningkatnya kebutuhan modal kerja pelaku UMKM pasca-pemulihan ekonomi.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks