DENPASAR — Pertumbuhan penyaluran KUR di Pulau Dewata ini sejalan dengan bertambahnya jumlah debitur yang kini mencapai 79.272 orang, naik delapan persen dari 72.771 debitur pada semester I 2025. Capaian tersebut menempatkan Bali di peringkat enam besar provinsi dengan penyaluran KUR terbesar secara nasional.
"Bali masuk enam besar provinsi dalam penyaluran KUR terbesar di tanah air," kata Kepala Kanwil DJPb Bali Supendi di Denpasar, Jumat.
Buleleng Unggul dari Jumlah Debitur, Denpasar dari Nilai Kredit
Kepala Kanwil DJPb Bali Supendi di Denpasar, Jumat, memaparkan terdapat perbedaan karakteristik penyaluran di dua wilayah. Kabupaten Buleleng mencatatkan jumlah debitur tertinggi dengan 14.649 orang, namun nilai kreditnya mencapai Rp831,65 miliar.
Sementara itu, Kota Denpasar menjadi daerah dengan nilai nominal penyaluran terbesar, yakni Rp1,18 triliun yang disalurkan kepada 9.870 debitur.
Sektor Perdagangan Mendominasi, Pertanian di Posisi Kedua
Dari sisi sektor usaha, debitur yang bergerak di bidang perdagangan besar dan eceran mendominasi dengan porsi 33 persen. Sektor pertanian menyusul di posisi kedua dengan kontribusi 20 persen, diikuti usaha jasa kemasyarakatan, sosial budaya, dan hiburan sebesar 13 persen.
Penyaluran KUR di Bali saat ini melibatkan 20 lembaga keuangan, mencakup bank BUMN, bank swasta nasional, bank pembangunan daerah dari Bali dan provinsi lain, koperasi, serta pergadaian.
Suku Bunga KUR Masih Terjangkau untuk Usaha Produktif
Pemerintah memastikan besaran bunga KUR tetap terjangkau bagi pelaku usaha produktif. Suku bunga KUR Super Mikro ditetapkan sebesar 3 persen efektif per tahun, sedangkan KUR Mikro dan KUR Kecil untuk sektor produksi serta perdagangan berorientasi ekspor tetap berada di angka 6 persen efektif per tahun.
Skema pembiayaan ini menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro di daerah, seiring dengan meningkatnya kebutuhan modal kerja pelaku UMKM pasca-pemulihan ekonomi.