Pencarian

Ribuan Ikan Nila Mati Massal di Danau Batur Bangli, Badan Geologi Pastikan Bukan Tanda Erupsi Gunung Batur

Jumat, 24 Juli 2026 • 18:06:01 WIB
Ribuan Ikan Nila Mati Massal di Danau Batur Bangli, Badan Geologi Pastikan Bukan Tanda Erupsi Gunung Batur
Ribuan ikan nila milik petani keramba di Danau Batur, Bangli, ditemukan mati massal akibat fenomena overturn yang mengangkat gas beracun dari dasar danau.

BANGLI — Fenomena kematian massal ribuan ikan nila di Danau Batur membuat geger warga dan petani keramba di kawasan kaldera Gunung Batur. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak ada kaitannya dengan ancaman erupsi.

Gas Beracun dari Dasar Danau Terangkat ke Permukaan

Berdasarkan analisis Badan Geologi, penyebab utama kematian ikan adalah proses percampuran massa air atau yang dikenal dengan istilah overturn/upwelling. Pada kondisi tertentu, air dari lapisan dasar danau yang minim oksigen dan mengandung gas terlarut seperti hidrogen sulfida (H2S) terangkat ke permukaan.

“Pelepasan gas tersebut dapat menimbulkan bau belerang dan penurunan kadar oksigen terlarut di perairan berpotensi menyebabkan kematian ikan secara massal,” jelas Lana dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Jumat.

Limnologi: Ilmu di Balik Kematian Massal Ikan

Fenomena ini berkaitan dengan limnologi, yakni ilmu yang mempelajari ekosistem perairan darat. Kajian ini mengungkap hubungan antara organisme perairan dengan dinamika fisik, kimia, dan biologi lingkungan. Danau Batur, sebagai danau terbesar di Pulau Dewata, berada di dalam kaldera aktif Gunung Batur, sehingga dinamika hidrotermal alami sangat memengaruhi kualitas airnya.

Aktivitas Gunung Batur Masih Normal, Wisatawan Diminta Waspada

Lana menambahkan, tidak ada indikasi kenaikan kegempaan vulkanik di gunung setinggi 1.717 meter di atas permukaan laut itu. “Tingkat aktivitas Gunung Batur masih pada level I atau normal dengan rekomendasi wisatawan atau masyarakat tidak beraktivitas di kawah Gunung Batur,” imbuhnya.

Pemkab Bangli Masih Hitung Kerugian Petani

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Bangli, Wayan Sarma, mengaku belum bisa merilis angka pasti jumlah ikan yang mati. “Untuk angka jumlah ikan yang mati belum kami keluarkan karena semburan belerang masih belum berhenti betul,” ucapnya. Ribuan ikan nila yang mati tersebut merupakan hasil budidaya petani setempat yang menggantungkan hidup dari keramba di danau.

Bagikan
Sumber: m.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks