BALI — Pengiriman unit pertama Volvo FH Electric ke NET menandai langkah baru dalam elektrifikasi truk berat di Australia. Truk ini langsung dioperasikan dari pusat distribusi Unilever di Sydney untuk rute pengiriman dalam kota. Langkah ini merupakan bagian dari kemitraan antara Volvo Group Australia, NET, dan Clean Energy Finance Corporation (CEFC) yang bertujuan menekan biaya sewa truk listrik berat di negeri Kanguru.
Ditenagai Motor eAxle 540 kW, Jarak Tempuh 400 Kilometer
Volvo FH Electric yang digunakan NET mengandalkan motor listrik eAxle generasi terbaru dengan daya puncak 540 kW atau setara 730 Hp. Sumber tenaganya berasal dari paket baterai 360 kWh, namun Volvo juga menyediakan opsi baterai hingga 780 kWh untuk kebutuhan jarak tempuh lebih jauh. Dalam kondisi bermuatan penuh, truk ini mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Salah satu keunggulan teknis yang ditekankan Volvo adalah kemampuan pengisian cepat. Dengan daya 350 kW, baterai dapat diisi dari 20 persen ke 80 persen hanya dalam waktu sekitar satu jam. Ini memungkinkan truk "top off" saat berhenti, saat pergantian shift, atau selama proses bongkar muat trailer berlangsung.
Unilever Jadi Pelanggan Perdana, 11 Unit Lagi Segera Dikirim
Fredrik Pehrsson, Co-CEO New Energy Transport, menyebut Unilever sebagai fondasi pelanggan yang ideal. “Unilever adalah salah satu perusahaan barang konsumen terbesar di dunia, dan keputusannya untuk menggunakan truk listrik di Sydney adalah contoh kepemimpinan nyata,” ujarnya dalam pernyataan resmi Volvo Trucks. Menurut Pehrsson, angkutan barang listrik berarti biaya lebih rendah, keandalan lebih tinggi, dan pengurangan emisi yang signifikan.
Volvo Group Australia turut menyambut pengiriman ini. Martin Merrick, CEO dan Presiden Volvo Group Australia, menilai momentum ini menghimpun tiga elemen penting: pelanggan yang siap memimpin, operator angkutan yang siap berinvestasi, dan mitra truk dengan teknologi serta dukungan yang terbukti. “Kami bangga NET memilih Volvo Trucks dalam perjalanan ini,” tambah Merrick.
Ekspansi Armada: 20 Truk Listrik dan 6 Unit Charger Mobile Tahun Ini
Pengoperasian FH Electric ini merupakan bagian dari strategi elektrifikasi NET yang lebih luas. Perusahaan berencana menambah 11 unit Volvo FH Electric baru yang sudah dalam perjalanan, sehingga total armada truk listrik mereka mencapai 20 unit pada akhir tahun. Untuk mendukung pengisian daya di lapangan, NET juga akan mengoperasikan enam unit mobile charging milik Volvo PU.
Langkah NET dan Unilever ini menjadi tolok ukur adopsi truk listrik di Australia, terutama untuk segmen distribusi perkotaan dan logistik rantai dingin. Jika uji coba berhasil, model ini berpotensi direplikasi oleh perusahaan logistik lain di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia yang mulai menguji kendaraan niaga listrik untuk distribusi last-mile.