BALI — Peristiwa itu terjadi saat Bilqis Rajiansyah tengah seorang diri di rumah sepulang sekolah. Kedua orang tuanya sedang bekerja. Pelaku, pria 53 tahun, datang dengan alasan hendak meminjam sabit.
Setelah sabit diberikan, korban kembali ke kamar. Pelaku mengikutinya dari belakang dan langsung menikam Bilqis hingga tewas. Tak berhenti di situ, pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel milik korban.
Ibu Temukan Jasad Korban di Kamar
Sang ibu, Dewi, yang baru pulang bekerja sempat mengira putrinya sedang sakit. Namun saat membalikkan tubuh Bilqis, ia melihat luka-luka di sekujur tubuh anaknya yang sudah tak bernyawa. Dewi berteriak histeris dan berlari keluar rumah mencari pertolongan.
Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung berdatangan. Isak tangis teman-teman korban tak terbendung di rumah duka. Pagi harinya, Bilqis masih pergi ke sekolah dan bermain bersama mereka.
Pelaku Ditangkap dengan Luka Timah Panas
Polisi menangkap Suparman alias Blendus di kediamannya di Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Sragen, pada 10 Juni 2026. Saat ditangkap, pelaku hanya bisa tertunduk lesu di kursi roda dengan luka timah panas bersarang di kakinya.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain ponsel dan motor milik korban, serta sabit yang digunakan untuk menghabisi nyawa Bilqis.
Pelaku Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan Sebelumnya
Berdasarkan penyelidikan polisi, Suparman bukan kali pertama berurusan dengan kasus pembunuhan. Ia diduga pernah terlibat kasus serupa pada awal tahun 2003. Sekitar tahun 2012, pelaku kembali tersangkut perkara pembunuhan yang menghilangkan nyawa korbannya.
Kasus yang menimpa Bilqis diduga menjadi kasus pembunuhan ketiga yang melibatkan pelaku. Polisi masih mendalami motif pembunuhan dan kemungkinan adanya korban lain yang belum terungkap.