BALI — Rombongan Pemkot Banjarmasin yang dipimpin Wakil Wali Kota Hj. Ananda dan Sekretaris Daerah Ichrom Muftezar diterima langsung oleh Vice President Executive Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PT PLN (Persero) Saleh Siswanto di Jakarta, Selasa (28/7). Kedatangan mereka bukan sekadar silaturahmi—melainkan membawa daftar panjang kerugian warga yang terdampak pemadaman yang berlangsung berhari-hari.
Ananda menyebut dampaknya merata: usaha mikro kehilangan pendapatan, peralatan elektronik rusak, ribuan ternak mati, hingga stok Air Susu Ibu (ASI) di lemari pendingin membusuk. "Mulai dari dampak terhadap UMKM, rumah tangga, sektor usaha, hingga layanan publik. Kami juga meminta penjelasan mengenai penyebab pemadaman, langkah penanganan, serta bentuk kompensasi yang menjadi hak masyarakat," ujarnya dalam pertemuan tersebut.
Bukan Cuma Gelap, Sinyal Telekomunikasi Ikut Lumpuh
Satu hal yang paling memberatkan warga, menurut Ananda, adalah efek berantai pemadaman terhadap jaringan telekomunikasi. Sebagian besar Base Transceiver Station (BTS) kehilangan pasokan listrik sehingga sinyal ponsel ikut menghilang saat padam.
"Ketika listrik padam, sinyal juga ikut hilang. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat, komunikasi, hingga pelayanan menjadi semakin terganggu," kata Ananda.
Kondisi ini memukul dua kali: warga tidak punya listrik, dan pada saat yang sama tidak bisa menghubungi siapa pun untuk meminta bantuan atau sekadar berkomunikasi.
Penyebab Padam: Tiga PLTU Gangguan, Defisit 250 MW
PLN menjelaskan akar persoalan dalam pertemuan tersebut. Pemadaman bergilir dipicu gangguan simultan pada tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah: PLTU Asam-Asam, PLTU Stagen, dan PLTU Tabalong.
Gangguan di tiga pembangkit itu menyebabkan defisit daya sekitar 250 MW pada sistem kelistrikan Kalselteng—angka yang cukup besar untuk memaksa operator melakukan pemadaman bergilir demi menjaga stabilitas jaringan.
Jadwal Pemulihan: Berkurang 29 Juli, Normal 4 Agustus
Dari hasil pembahasan, PLN berkomitmen mengurangi durasi pemadaman bergilir menjadi sekitar tiga jam mulai Rabu (29/7). Proses perbaikan ketiga PLTU ditargetkan rampung pada 3 Agustus, sehingga pasokan listrik diharapkan kembali normal tanpa pemadaman bergilir mulai 4 Agustus.
"Tentu kami akan terus mengawal komitmen ini agar benar-benar terealisasi," tegas Ananda.
Pemkot Banjarmasin berjanji terus berkoordinasi dengan PLN untuk mengawal aspirasi masyarakat hingga pelayanan kelistrikan kembali andal. Pertemuan ini setidaknya memberi kepastian jadwal di tengah ketidakpastian yang dialami warga selama pekan-pekan terakhir.