Pencarian

Masuk Kalender KEN Kemenpar, Festival Jatiluwih 2026 Hadirkan Sport Tourism dan Panen Raya Massal di Tabanan

Rabu, 03 Juni 2026 • 13:12:01 WIB
Masuk Kalender KEN Kemenpar, Festival Jatiluwih 2026 Hadirkan Sport Tourism dan Panen Raya Massal di Tabanan
Festival Jatiluwih 2026 resmi masuk Kalender Event Nasional Kemenpar sebagai destinasi sport tourism dan panen raya massal di Tabanan.

TABANAN — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) telah mengukuhkan Festival Jatiluwih 2026 sebagai bagian dari Kalender Event Nasional (KEN). Pengakuan ini menjadikan festival tahunan di Kabupaten Tabanan, Bali, sebagai destinasi wisata berskala nasional yang mengombinasikan olahraga dan tradisi agraris.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, edisi 2026 menghadirkan sport tourism sebagai daya tarik utama. Wisatawan tidak hanya menyaksikan keindahan sawah terasering Jatiluwih yang telah diakui UNESCO, tetapi juga bisa berpartisipasi dalam kegiatan fisik seperti lari lintas alam atau trail running di tengah pematang sawah.

Panen Raya Massal Jadi Atraksi Utama

Selain olahraga, panen raya massal menjadi agenda yang paling dinanti. Ratusan petani lokal akan turun ke sawah secara serempak memanen padi, sebuah tradisi subak yang menjadi identitas budaya Bali.

Wisatawan diajak langsung merasakan proses memanen menggunakan alat tradisional, mulai dari ani-ani hingga gebotan. Pengalaman ini dikemas sebagai paket wisata edukasi yang langka ditemukan di destinasi lain di Indonesia.

Sport Tourism di Tengah Sawah Terasering

Konsep sport tourism di Festival Jatiluwih 2026 dirancang untuk menarik segmen wisatawan milenial dan pecinta alam. Rute lari akan melewati pematang sawah, pura-pura kecil, dan hutan bambu di sekitar kawasan Jatiluwih.

Pemerintah Kabupaten Tabanan menyebut event ini sebagai strategi untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan di Bali. Biasanya wisatawan hanya singgah beberapa jam di Jatiluwih, tetapi dengan adanya sport tourism, mereka diharapkan menginap minimal satu malam di desa wisata sekitar.

Dampak Ekonomi untuk Petani dan UMKM Lokal

Masuknya festival ini ke KEN Kemenpar membuka peluang promosi yang lebih luas. Petani dan pelaku UMKM di Desa Jatiluwih dan sekitarnya akan menjadi pemasok utama kebutuhan festival, mulai dari makanan khas hingga suvenir anyaman bambu.

Panen raya massal juga memastikan bahwa hasil pertanian lokal terserap langsung oleh wisatawan. Skema ini diyakini mampu meningkatkan pendapatan petani hingga dua kali lipat dibandingkan musim panen biasa.

Jadwal dan Persiapan Festival

Festival Jatiluwih 2026 dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun, bertepatan dengan musim panen raya di kawasan tersebut. Pemerintah daerah bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat telah mulai menyusun rute sport tourism dan menyiapkan homestay bagi wisatawan.

Dengan status KEN, promosi festival ini akan masuk dalam kalender nasional Kemenpar dan dipasarkan ke mancanegara melalui pameran pariwisata internasional. Jatiluwih, yang selama ini dikenal sebagai objek wisata pasif, kini bertransformasi menjadi destinasi event aktif berbasis budaya dan alam.

Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks