BADUNG — Gebby Vesta, selebritas dan DJ yang juga dikenal sebagai model, membagikan rekaman video dugaan pemerasan yang dialami seorang turis asing oleh sopir taksi di wilayah Kuta Utara. Dalam unggahannya, Gebby menyoroti praktik tarif sewenang-wenang yang merugikan wisatawan.
Tarif Rp300 Ribu Tiba-Tiba Naik Jadi Rp500 Ribu
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Gebby, perjalanan yang seharusnya dikenakan tarif Rp300 ribu berubah menjadi Rp500 ribu. Sopir taksi tersebut meminta tambahan Rp200 ribu di luar kesepakatan awal.
“Wisatawan asing itu sudah setuju dengan tarif Rp300 ribu, tapi di tengah jalan sopirnya minta tambah Rp200 ribu lagi. Ini jelas pemerasan,” tulis Gebby dalam unggahannya.
Video Viral Picu Kecaman Warganet
Unggahan Gebby Vesta langsung viral di media sosial. Banyak warganet mengecam tindakan sopir taksi tersebut dan mendesak aparat untuk menindak tegas praktik serupa di destinasi wisata Bali.
Kawasan Kuta Utara selama ini menjadi salah satu titik rawan praktik tarif tidak wajar terhadap turis asing. Beberapa pengguna jasa transportasi daring juga melaporkan pengalaman serupa di kolom komentar unggahan Gebby.
Dampak ke Pariwisata dan Langkah yang Diharapkan
Kasus ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap layanan transportasi di area wisata. Para pelaku usaha pariwisata di Bali berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi wisatawan.
Belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perhubungan Badung atau pihak kepolisian terkait video tersebut. Namun, publik mendesak agar sopir taksi yang bersangkutan segera diusut dan diberikan sanksi.
- Fakta Singkat:
- Tarif awal perjalanan: Rp300 ribu
- Tambahan yang diminta sopir: Rp200 ribu
- Lokasi kejadian: Kuta Utara, Badung, Bali
- Pelapor: DJ dan selebritas Gebby Vesta
Gebby Vesta sendiri dikenal kerap menyoroti kasus-kasus ketidakadilan yang menimpa masyarakat kecil maupun wisatawan. Langkahnya membagikan rekaman ini mendapat dukungan luas dari warganet yang menginginkan perubahan dalam pelayanan transportasi di Bali.