TABANAN — Alat berat mulai merobohkan puluhan kios di kawasan Terminal Pesiapan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Senin (1/6). Pembongkaran itu menjadi tanda dimulainya penataan total terminal yang akan mengubah wajah pusat transportasi di jantung Kota Tabanan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan, I Gde Made Partana, menjelaskan bahwa kawasan seluas 1,5 hektare itu akan dibagi menjadi beberapa zona. Area sisi barat akan diperuntukkan bagi pasar penghobi, sementara sisi timur menjadi lokasi kios permanen bagi pedagang.
Anggaran Rp 15 Miliar untuk Pasar Senggol dan Kantor Baru
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp 15 miliar untuk merealisasikan proyek ini. Rinciannya, Rp 11,784 miliar untuk pembangunan pasar senggol dan Rp 3,215 miliar untuk membangun kantor terminal baru.
“Fungsi terminal tetap di depan. Di belakang akan ditata untuk pasar rakyat dengan pembagian area sesuai peruntukannya,” ujar Partana.
Seluruh pengerjaan fisik ditargetkan rampung pada Desember 2026. Selama masa konstruksi, pemerintah memastikan akses transportasi bagi masyarakat umum tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
70 Pedagang Direlokasi, Terminal Tetap Beroperasi
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan, I Gede Sukanada, menegaskan bahwa pembongkaran hanya menyasar bangunan kios yang masuk dalam rencana desain baru. Fungsi terminal sebagai tempat pemberhentian bus dan angkutan umum tidak terganggu.
“Terminal tetap beroperasi seperti biasa. Yang dibongkar (hanya bangunan) kios di kawasan pasar,” tegas Sukanada.
Sebelumnya, sebanyak 70 pedagang yang terdampak pembongkaran telah direlokasi ke tempat sementara. Pedagang bermobil dan lapak kini diarahkan ke kawasan eks Kantor Dinas Ketahanan Pangan di Jalan Kutilang. Sementara itu, pedagang kios menempati Terminal Tuakilang.
Pasar Rakyat Modern di Lahan Terminal
Penataan ini tidak sekadar merapikan terminal, tetapi juga menghadirkan pasar rakyat yang tematik dan modern. Pemerintah ingin menggabungkan fungsi transportasi dengan pusat perdagangan rakyat dalam satu kawasan terpadu.
Dengan desain baru, area depan terminal tetap menjadi titik naik-turun penumpang, sementara bagian belakang disulap menjadi kawasan belanja. Langkah ini diharapkan meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus menata kawasan yang selama ini terkesan kumuh.