KARANGASEM — Suasana Taman Kota Jagatkarana berubah menjadi panggung raksasa pada Sabtu malam. Ribuan pasang mata tertuju pada panggung KAP (Karangasem Akhir Pekan) yang menjadi saksi peluncuran "Mentari Timur Menari". Program ini bukan sekadar hiburan, melainkan strategi membangkitkan kembali semangat gotong royong warga yang sempat redup pascabencana.
Mentari Timur Menari: Bukan Sekadar Panggung Hiburan
Gus Ode, sapaan akrab Wakil Bupati Karangasem, hadir langsung untuk membakar semangat warga. Di hadapan ratusan pengunjung, ia menekankan bahwa "Mentari Timur Menari" adalah gerakan kolektif. "Gotong royong adalah identitas kita. Lewat seni dan kebersamaan, kita bangkitkan kembali Gumi Lahar," ujarnya di atas panggung.
Mengapa Karangasem Butuh Program Ini?
Karangasem, yang dikenal sebagai Gumi Lahar, memiliki sejarah panjang bencana vulkanik. Letusan Gunung Agung beberapa tahun lalu meninggalkan luka sosial dan ekonomi. Program ini dirancang untuk memperkuat kembali kohesi sosial warga yang sempat terpecah akibat trauma dan relokasi. Panggung KAP menjadi titik awal untuk merajut kembali kebersamaan.
Ratusan Warga Padati Taman Kota Jagatkarana
Antusiasme warga terlihat sejak sore hari. Mereka datang dari berbagai desa di sekitar Kota Amlapura. Panggung terbuka di Taman Kota Jagatkarana menjadi pusat interaksi. Anak-anak, remaja, hingga orang tua duduk lesehan menikmati alunan musik dan tarian tradisional. "Ini yang kami rindukan, suasana guyub seperti dulu," kata Made Suardana, warga Kelurahan Karangasem.
Fakta Singkat Program "Mentari Timur Menari"
- Lokasi perdana: Taman Kota Jagatkarana, Karangasem
- Waktu peluncuran: Sabtu (30/5/2026) malam, rangkaian acara KAP
- Target utama: Membangkitkan semangat gotong royong dan solidaritas warga pascabencana
- Pencetus: Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa (Gus Ode)
Ke depan, program ini direncanakan bergulir secara rutin di berbagai desa. Bukan hanya panggung seni, tetapi juga pasar rakyat dan diskusi warga. "Kami ingin KAP jadi milik semua, bukan hanya pemerintah," tegas Gus Ode menutup sambutannya.