MANGUPURA — GOW Badung menggandeng organisasi wanita Islam untuk mendorong kemandirian rumah tangga dalam mengelola sampah organik. Program ini memanfaatkan bag komposter sebagai alat mengolah limbah dapur menjadi pupuk organik.
Ketua GOW Badung menyebut bahwa pengelolaan sampah dari sumbernya merupakan langkah strategis mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Bag Komposter: Solusi Pengolahan Sampah Rumah Tangga
Bag komposter dirancang sebagai wadah sederhana yang bisa digunakan di pekarangan rumah. Alat ini memungkinkan sisa sayuran, kulit buah, dan limbah dapur lainnya diurai secara alami menjadi kompos padat maupun cair.
Pupuk organik hasil olahan ini bisa dimanfaatkan untuk tanaman di pekarangan rumah atau dijual sebagai produk bernilai ekonomi. GOW Badung menilai metode ini cocok diterapkan di lingkungan perumahan padat penduduk.
Peran Aktif Wanita Islam dalam Program Lingkungan
GOW Badung menggandeng organisasi wanita Islam sebagai mitra strategis karena jangkauan anggotanya hingga ke tingkat banjar dan kelurahan. Para anggota nantinya akan menjadi agen perubahan yang menyosialisasikan teknik pengomposan ke tetangga dan keluarga.
Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. GOW Badung menargetkan partisipasi aktif dari puluhan kelompok wanita di seluruh kecamatan di Badung.
Dampak Langsung bagi Lingkungan dan Ekonomi Warga
- Mengurangi volume sampah organik yang berakhir di TPA hingga puluhan persen per rumah tangga
- Menghasilkan pupuk organik gratis untuk kebutuhan tanaman hias dan sayur di pekarangan
- Membuka peluang usaha kecil dari penjualan pupuk cair dan kompos kemasan
GOW Badung berencana menggelar pelatihan teknis pembuatan kompos menggunakan bag komposter secara bertahap. Pelatihan pertama menyasar kader organisasi wanita Islam di Kecamatan Kuta Utara dan Mengwi.