Pencarian

Ada 5 Rerainan di Kalender Bali Sepanjang Mei 2026, Ini Daftar dan Tanggal Pentingnya

Minggu, 24 Mei 2026 • 10:39:01 WIB
Ada 5 Rerainan di Kalender Bali Sepanjang Mei 2026, Ini Daftar dan Tanggal Pentingnya
Umat Hindu Bali akan menjalani lima momen rerainan penting sepanjang Mei 2026.

BALI — Umat Hindu di Bali akan menjalani lima momen rerainan penting sepanjang bulan Mei 2026. Jadwal ini dihimpun dari sistem penanggalan kalender Bali yang menjadi acuan tradisi keagamaan di Pulau Dewata.

Rerainan pertama jatuh pada Minggu (24/5/2026) bertepatan dengan Rerainan & Ala Ayuning Dewasa. Hari ini menjadi penanda awal pekan suci yang diikuti beberapa perayaan lainnya.

Daftar Lengkap Rerainan Sepanjang Mei 2026

  • Rerainan & Ala Ayuning Dewasa — Minggu, 24 Mei 2026. Hari ini menjadi momentum untuk menentukan dewasa ayu (hari baik) bagi umat yang hendak melaksanakan upacara atau kegiatan sakral.
  • Purnama — jatuh di pertengahan bulan. Biasanya umat menghaturkan banten pejati di sanggah atau pura keluarga.
  • Tilem — akhir sasih, menjadi waktu untuk melakukan pembersihan spiritual dan persembahan kepada leluhur.
  • Kajeng Kliwon — rutin setiap 15 hari sekali, umat melaksanakan sembahyang di merajan.
  • Budha Kliwon — perpaduan hari Budha (Rabu) dengan Kliwon yang dianggap sakral untuk upacara tertentu.

Kalender Bali tidak hanya menentukan hari suci, tetapi juga menjadi pedoman aktivitas pertanian, pembangunan, hingga upacara pernikahan. Setiap rerainan memiliki makna filosofis dan tata cara tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun.

Mengapa Umat Hindu Bali Perlu Mencatat Jadwal Ini?

Setiap rerainan mewajibkan umat untuk menyiapkan banten (sesajen) dan melaksanakan persembahyangan sesuai tingkatan upacara. Bagi yang tidak sempat ke pura, cukup menghaturkan banten di sanggah atau merajan rumah masing-masing.

Pantauan dari kalenderbali.org menunjukkan bahwa jadwal ini sudah disesuaikan dengan perhitungan sasih dan wuku. Tidak ada perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun umat tetap diimbau untuk memverifikasi kembali dengan pemangku atau bendesa adat setempat.

Persiapan Banten: Apa Saja yang Perlu Disiapkan?

Menjelang purnama dan tilem, pasar tradisional di Bali biasanya dipadati pembeli dedaunan, bunga, dan buah untuk banten. Harga bahan banten seperti canang sari dan porosan cenderung stabil, namun beberapa komoditas seperti bunga kamboja dan pandan wangi bisa naik menjelang hari H.

Umat disarankan untuk tidak menunda belanja kebutuhan upacara. Pedagang di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari biasanya mulai ramai sejak dua hari sebelum purnama.

Tidak ada larangan khusus terkait aktivitas sosial selama rerainan, namun umat Hindu diimbau untuk menjaga kesucian hati dan pikiran. Bagi wisatawan yang sedang berada di Bali, momen ini bisa menjadi pengalaman spiritual yang unik untuk menyaksikan langsung tradisi keagamaan yang kental.

Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks