Pencarian

Red Bull Cliff Diving World Series 2026 Perdana di Indonesia: 24 Atlet Dunia Aksi di Tebing Broken Beach Nusa Penida

Kamis, 21 Mei 2026 • 13:00:15 WIB
Red Bull Cliff Diving World Series 2026 Perdana di Indonesia: 24 Atlet Dunia Aksi di Tebing Broken Beach Nusa Penida
Atlet Red Bull Cliff Diving World Series 2026 menikmati budaya Bali sebelum kompetisi di Broken Beach, Nusa Penida.

KLUNGKUNG — Kompetisi menyelam tebing bergengsi dunia itu tidak hanya menyajikan aksi akrobatik, tetapi juga mengintegrasikan budaya Bali secara langsung. Sebelum lomba, para atlet telah diperkenalkan dengan tradisi lokal, mulai dari merangkai canang sari, membatik, hingga mencicipi jajanan di pasar tradisional.

Penentuan Urutan Lompat dengan Lomba 17-an

Uniknya, urutan loncatan atlet ditentukan melalui permainan tradisional khas perayaan kemerdekaan Indonesia, yaitu lomba memasukkan pensil ke dalam botol. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (18/5/2026) di Sanur, Denpasar, sehari setelah para atlet tiba di Tanah Air.

Dari permainan tersebut, atlet asal Prancis Gary Hunt dan atlet Belanda Ginni van Katwijk berhak menjadi pelompat pertama. "Ini pertama kalinya saya mencoba permainan seperti ini, dan ternyata sangat menyenangkan. Saya memang suka permainan yang unik," kata atlet asal Australia, Xantheia Pennisi, dalam kesempatan yang sama.

Filosofi Tri Loka di Balik Panggung Utama

Key visual kompetisi tahun ini mengusung filosofi Tri Loka, yang terinspirasi dari kosmologi Bali. Filosofi ini merepresentasikan harmoni tiga unsur alam semesta: bumi, laut, dan langit. Konsep tersebut digarap oleh seniman lokal, Ketut Yuliarsa dan Kuncir Sathya Viku.

Ketut menjelaskan bahwa tiga unsur itu juga mencerminkan spirit Red Bull Cliff Diving. "Para atlet mengambil pijakan kokoh dari atas tebing, membelah udara secara akrobatik, sebelum akhirnya menyatu dengan kedalaman laut. Dalam hitungan detik, tubuh mereka menjadi penghubung ketiga unsur tersebut," ujarnya.

Dukungan Penuh TNI AL dan Rangkaian Budaya

Kompetisi di Broken Beach akan didukung oleh personel penyelamat dari TNI Angkatan Laut. Suasana lomba juga akan diwarnai alunan musik rindik, prosesi melukat bersama pemangku setempat, hingga pertunjukan tari barong yang diiringi ensambel baleganjur.

Seorang atlet asal Britania Raya, Aidan Heslop, mengaku sangat antusias begitu mendengar Bali menjadi tuan rumah. "Saya sebenarnya pernah berlibur ke Bali sebelumnya, tetapi sangat disayangkan saat itu sedang dalam masa pemulihan cedera, jadi belum sempat merasakan langsung bagaimana lokasi unik di Bali untuk cliff diving," ungkapnya dalam jumpa pers di Sanur, Rabu (20/5/2026).

Bagikan
Sumber: dutabalinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks