Pencarian

Kalender Bali 18 Mei 2026: Hari Baik untuk Dewa Yadnya dan Pemujaan Leluhur, Ini Pantangan yang Perlu Diketahui

Senin, 18 Mei 2026 • 11:20:50 WIB
Kalender Bali 18 Mei 2026: Hari Baik untuk Dewa Yadnya dan Pemujaan Leluhur, Ini Pantangan yang Perlu Diketahui
Warga Bali memanfaatkan 18 Mei 2026 sebagai hari baik untuk ritual pemujaan leluhur dan pembuatan bendungan.

DENPASAR — Setiap hari dalam penanggalan Bali memiliki energi berbeda yang memengaruhi jenis kegiatan yang tepat dilakukan. Pada 18 Mei 2026, kombinasi beberapa wewaran menciptakan hari yang disebut amerta dadi, yang secara spesifik diyakini baik untuk ritual persembahan kepada leluhur dan Sang Hyang Widhi.

Momen ini juga dinilai tepat untuk membuat bendungan, yang dalam istilah lokal disebut banyu urug. Namun, ada pengecualian: membuat sumur pada hari ini dianggap kurang baik.

Pernikahan, Ngaben, dan Membangun Rumah: Tiga Pantangan Utama

Tidak semua agenda besar bisa dilakukan pada 18 Mei 2026. Wewaran carik walangati menandai hari yang tidak baik untuk melangsungkan pernikahan atau wiwaha. Prosesi atiwa-tiwa atau ngaben juga masuk dalam daftar pantangan, begitu pula dengan pembangunan rumah baru.

Bagi mereka yang berencana memulai proyek konstruksi, sebaiknya mencari hari lain. Sebaliknya, hari ini justru baik untuk menyetem atau menala gamelan, yang disebut dengan istilah bojog turun.

Membuat Aturan Desa hingga Belajar Menari: Aktivitas yang Disarankan

Kalender Bali juga memberikan petunjuk spesifik untuk aktivitas sosial dan budaya. Wewaran dauh ayu disebut sebagai hari baik untuk membuat awig-awig atau aturan setingkat desa adat, serta peraturan atau undang-undang lainnya. Aktivitas membangun secara umum juga masuk dalam kategori baik di wewaran ini.

Sementara itu, derman bagia menjadi wewaran yang mendukung pernikahan, membangun, memulai pendidikan atau pelatihan, serta belajar menari. Untuk pekerjaan yang melibatkan api, wewaran geni rawana memberikan restu penuh. Namun, ada catatan: tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam.

Hari yang Tidak Baik untuk Belanja dan Senggama

Ada dua wewaran yang perlu diwaspadai terkait pengeluaran dan hubungan. Kala sarang mengandung sifat boros atau terapas, sehingga tidak baik untuk berbelanja. Sedangkan kala temah menandai hari yang tidak baik untuk dewasa ayu atau upacara baik.

Kaleburau menjadi wewaran yang tidak baik untuk melakukan karya ayu atau yadnya, serta melaksanakan atiwa-tiwa atau ngaben. Lebih spesifik lagi, sampar wangke menegaskan hari ini tidak baik untuk bersenggama. Keyakinan setempat menyebut pelanggaran terhadap pantangan ini bisa berakibat melahirkan bayi yang penuh kesialan dan kemalangan.

Aktivitas Alternatif: Membuat Kentongan dan Gamelan

Bagi perajin atau seniman, 18 Mei 2026 memiliki wewaran karnasula yang dianggap baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, dan kroncongan atau denta sapi dari kayu. Namun, wewaran yang sama justru tidak baik untuk membangun rumah tempat tidur atau mengadakan rapat dan pertemuan.

Selain itu, rangda tiga menjadi wewaran yang kembali menegaskan larangan untuk melakukan upacara pawiwahan atau perkawinan. Secara pararasan, hari ini berada di bawah naungan Aras Kembang dengan pancasuda Satria Wirang. Ekajalaresi menyebut Kinasihan Amerta, sementara pratiti berada di posisi Separsa.

Bagikan
Sumber: bali.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks