DENPASAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar merilis peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran di perairan selatan Bali. Tinggi gelombang maksimum diperkirakan mencapai 4 meter dalam periode 14 hingga 17 Mei 2026.
Wilayah Perairan yang Terdampak Gelombang Tinggi
Berdasarkan rilis resmi BMKG, beberapa titik perairan yang masuk dalam zona waspada meliputi Perairan Bali bagian selatan, Selat Badung, dan Selat Lombok bagian selatan. Kondisi ini dipicu oleh pola angin musiman yang meningkatkan kecepatan angin di wilayah tersebut.
BMKG mencatat, kecepatan angin di wilayah perairan selatan Bali saat ini berkisar antara 15 hingga 30 knot. Angin dengan kecepatan tersebut mampu memicu peningkatan signifikan pada tinggi gelombang laut.
Panduan Keselamatan bagi Nelayan dan Operator Kapal
BMKG mengimbau nelayan tradisional dan operator kapal kecil untuk tidak melaut selama periode peringatan dini ini. Kapal ferry dan kapal barang berukuran kecil hingga menengah juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perairan yang masuk dalam zona peringatan.
“Nelayan yang menggunakan kapal berukuran di bawah 10 GT sangat rentan terhadap gelombang setinggi 4 meter. Kami minta untuk menunda pelayaran hingga kondisi kembali normal,” demikian bunyi peringatan dari BMKG Wilayah III Denpasar.
Operator kapal wisata yang beroperasi di kawasan perairan selatan Bali, seperti di sekitar Pantai Pandawa dan Pantai Padang Padang, juga diminta untuk memantau informasi cuaca maritim secara berkala.
Antisipasi dan Imbauan untuk Masyarakat Pesisir
Masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir selatan Bali, termasuk wilayah Kabupaten Badung dan Gianyar, diimbau untuk waspada terhadap potensi limpasan air laut (rob) yang dapat menyertai gelombang tinggi. Aktivitas rekreasi pantai seperti berenang dan berselancar juga tidak disarankan selama periode tersebut.
BMKG memastikan pihaknya akan terus memperbarui informasi setiap enam jam atau jika terjadi perubahan signifikan pada pola cuaca. Masyarakat dapat mengakses informasi terkini melalui kanal resmi BMKG atau menghubungi kantor BMKG Wilayah III Denpasar.