GIANYAR — Kawasan Blangsinga, Kecamatan Blahbatuh, mendadak riuh oleh ratusan pecatur yang berlaga dalam Bali Open 2026 Rapid Chess, Minggu (10/5/2026). Turnamen bergengsi ini menarik partisipasi luas, mulai dari atlet lokal hingga delegasi mancanegara.
Magnet utama kejuaraan tertuju pada sosok Grand Master (GM) asal Inggris, Stephen J Gordon. Kehadiran pecatur kelas dunia tersebut otomatis mendongkrak standar kompetisi bagi para atlet nasional yang bertarung di kategori catur cepat ini.
Sembilan Babak di Empat Kategori Utama
Panitia menyusun kompetisi ke dalam empat kategori: SD, SMP, SMA, dan umum. Seluruh peserta harus melewati sembilan babak dalam satu hari penuh untuk menentukan jawara di masing-masing kelas.
Ketua Percasi Bali, I Nyoman Parta, mengapresiasi dominasi peserta dari kalangan pelajar. Ia menilai tingginya antusiasme generasi muda menjadi sinyal kuat bagi keberlanjutan regenerasi atlet catur di Pulau Dewata.
Catur Jadi Penawar Ketergantungan Gawai
Bagi Nyoman Parta, catur bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan instrumen pembentukan karakter. Ia menekankan pentingnya interaksi fisik di atas papan catur untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai.
“Bermain catur melatih konsentrasi, kontrol emosi, kemampuan berpikir, sekaligus membangun interaksi sosial yang positif,” ujar Parta saat membuka turnamen secara resmi.
Rutin bermain catur diyakini efektif memangkas screen time atau durasi penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan. Olahraga ini menjadi sarana strategis untuk melatih pola pikir kritis dan taktis sejak dini.
“Olahraga catur adalah sarana pengasah mental dan pelatih pola pikir strategis bagi generasi muda,” tambah Parta.
Sinergi Sport Tourism di Blangsinga
Pemilihan Blangsinga sebagai lokasi laga bertujuan memperkuat citra pariwisata Gianyar melalui skema sport tourism. Kolaborasi Percasi Bali dengan sektor swasta seperti Krisna Oleh-Oleh menjadi model sinergi untuk memajukan prestasi olahraga sekaligus ekonomi lokal.
Hingga berita ini diturunkan, persaingan sengit masih berlangsung di meja-meja papan atas. Para pecatur muda Bali terus berjuang menguji nyali melawan pemain berpengalaman yang memegang gelar internasional.