DENPASAR — Kinerja sektor perbankan di awal tahun 2026 menunjukkan resiliensi yang kuat melalui keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan prinsip kehati-hatian. Di tengah fluktuasi ekonomi, industri perbankan tetap mampu mengamankan margin keuntungan sekaligus memperkuat struktur permodalan untuk ekspansi jangka panjang.
Presiden Direktur salah satu bank swasta nasional, Parwati Surjaudaja, mengungkapkan bahwa momentum pertumbuhan tetap terjaga pada tiga bulan pertama tahun ini. Kondisi tersebut terlihat dari sisi penyaluran kredit maupun kemampuan bank dalam menghimpun dana masyarakat secara berkelanjutan.
"Baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana. Pertumbuhan kredit yang tetap positif mencerminkan komitmen kami dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian, sementara peningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan bank. Didukung oleh permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai, kami optimis dapat terus mengakselerasi pertumbuhan secara prudent, sekaligus menjaga ketahanan bank ditengah dinamika ekonomi," jelas Parwati dalam siaran persnya.
Pertumbuhan Kredit Tembus Rp171 Triliun dengan Kualitas Aset Terjaga
Hingga 31 Maret 2026, total aset bank tercatat meningkat tujuh persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp312,9 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp171,0 triliun. Meski ekspansi kredit terus dipacu, manajemen memastikan kualitas aset tetap berada dalam radar pemantauan ketat.
Data keuangan menunjukkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross terjaga di level 2,1 persen. Sementara itu, Loan at Risk (LaR) mengalami perbaikan ke angka 5,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,4 persen. Bank juga menyiapkan bantalan risiko yang tebal dengan pencadangan NPL mencapai 221,8 persen.
Struktur pendanaan juga semakin sehat dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK) menyentuh angka Rp226,4 triliun. Komposisi dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) mendominasi hingga 61,9 persen. Dari aspek fundamental, rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 25,0 persen, memberikan ruang gerak yang sangat luas bagi bank untuk melakukan ekspansi bisnis ke depan.
Digitalisasi Perbankan Dorong Kenaikan Transaksi Hingga 15 Persen
Transformasi digital menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perseroan pada kuartal I 2026. Total nilai transaksi melalui kanal elektronik (e-channel) mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga 15 persen secara tahunan. Hal ini membuktikan bahwa adaptasi teknologi di kalangan nasabah, termasuk di wilayah Bali, semakin matang.
Peningkatan pengguna aktif juga terjadi secara merata di berbagai segmen. Pengguna internet banking individu tumbuh delapan persen, sementara lonjakan tajam terjadi pada kategori nasabah korporasi. Pengguna aktif Business Mobile untuk segmen bisnis tercatat meningkat hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Layanan digital ini dikembangkan untuk membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi. Tujuannya agar nasabah tidak hanya sekadar bertransaksi, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara cerdas, disiplin, dan percaya diri melalui berbagai fitur solusi finansial yang tersedia dalam satu aplikasi.
Strategi Penetrasi Segmen Keluarga Muda dan Layanan Prioritas
Memasuki periode kuartal kedua, bank mulai mempertajam fokus pada segmen keluarga muda. Produk yang ditawarkan mencakup solusi perencanaan keuangan yang relevan, mulai dari pengelolaan arus kas harian, tabungan pendidikan anak, hingga instrumen investasi jangka panjang yang dikelola secara bijak.
Pendekatan ini diambil untuk membantu masyarakat tetap berhati-hati dalam mengelola aset di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Selain segmen retail, penguatan hubungan dengan nasabah kelas atas juga terus ditingkatkan melalui layanan nasabah prioritas.
Layanan tersebut menawarkan solusi finansial menyeluruh, mencakup wealth management hingga advisory investasi yang dipersonalisasi. Langkah ini diharapkan mampu menjaga loyalitas nasabah sekaligus memperkuat posisi bank sebagai mitra finansial terpercaya di pasar perbankan nasional.