Test Drive Toyota Veloz Hybrid EV di Sulawesi: 800 Km Tanpa Isi Bensin, Ini Hasilnya

Penulis: Candra Setiabudi  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:03:31 WIB
Toyota Veloz Hybrid EV melintasi rute Palu menuju Gorontalo dalam uji jalan Lintas Nusa 2.0 Sulawesi sejauh lebih dari 800 kilometer.

BALI — Perjalanan panjang kerap menjadi momen paling jujur untuk menguji kemampuan sebuah mobil. Spek di atas kertas soal konsumsi bahan bakar atau kehalusan mesin sering kali berbeda jauh ketika dihadapkan pada kondisi jalan sebenarnya. Tim detikcom membuktikannya langsung di etape keenam Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0 Sulawesi, sebuah agenda uji jalan yang menempuh jarak tempuh lebih dari 800 kilometer.

Rute yang diambil bukan jalur tol mulus. Dimulai dari Palu menuju Gorontalo, rombongan harus berhadapan dengan karakter jalan pesisir utara Sulawesi yang dinamis, berkelok, dan tak jarang menanjak. Kondisi inilah yang menjadi panggung bagi Toyota Veloz Hybrid EV untuk menunjukkan kapabilitasnya sebagai kendaraan keluarga yang efisien tanpa mengorbankan kenyamanan.

Efisiensi BBM di Jalur Berbukit: 470 Km Hanya Habiskan Seperempat Tangki

Angka paling menarik justru muncul di segmen pertama perjalanan. Dari Palu menuju Toli-toli yang berjarak hampir 470 kilometer, mobil ini melaju dengan muatan dinamis dan sering berhenti untuk kebutuhan dokumentasi tim. Kondisi stop and go seperti ini biasanya menjadi momok bagi konsumsi bahan bakar kendaraan konvensional.

Namun, setelah menempuh jarak sejauh itu, indikator bensin di panel instrumen Veloz Hybrid EV baru berkurang 25 persen dari total kapasitas tangki. Catatan ini menunjukkan keunggulan sistem hybrid Toyota yang mampu mengoptimalkan penggunaan motor listrik pada kecepatan rendah dan saat mobil berhenti sejenak. Hasil ini jelas menjadi kabar baik bagi konsumen yang kerap melakukan perjalanan antar kota.

Performa Mesin dan Kabin Senyap di Jalan Menanjak

Di balik kemudi, sistem hybrid Toyota bekerja tanpa terasa. Transisi antara mesin bensin dan motor listrik berlangsung mulus, membuat kabin tetap senyap. Sensasi ini terasa jelas saat melintasi tanjakan panjang, di mana respons tenaga bawah tetap instan berkat dukungan torsi motor listrik.

Pengemudi tidak perlu khawatir mencari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) karena sistem hybrid mengisi daya baterai secara otomatis melalui regenerasi energi saat pengereman. Ini menjadi nilai jual utama dibandingkan mobil listrik murni untuk pasar Indonesia, di mana infrastruktur pengisian daya masih belum merata.

Kesimpulan Uji Jalan: MPV Hybrid untuk Pasar Indonesia

Uji jalan ini menegaskan bahwa Toyota Veloz Hybrid EV bukan sekadar tambahan varian untuk melengkapi lini produk. Mobil ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata konsumen Indonesia, terutama mereka yang sering melakukan perjalanan jauh dengan medan bervariasi.

Kombinasi kabin hening, performa bawah yang responsif, dan efisiensi bahan bakar yang terbukti nyata menjadikannya pilihan menarik di segmen Low MPV. Untuk melihat dinamika lengkap pengujian ini, tayangan video etape keenam Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0 Sulawesi dapat disaksikan di kanal Youtube detikcom dan 20detik.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top