BALI — Peluncuran ini menandai dimulainya proyek energi surya terbesar dalam sejarah Indonesia. Enam provinsi yang menjadi lokasi tahap pertama adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.
"Pada sore hari ini, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi saya luncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt peak," ucap Prabowo dalam sambutannya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut total investasi untuk mencapai kapasitas 100 GWp mencapai USD73 miliar atau setara Rp1.140 triliun lebih. Dari sisi fiskal, program ini dirancang untuk menekan beban subsidi tahunan sebesar Rp73,9 triliun.
Bahlil menambahkan, pembangunan PLTS ini diproyeksikan menyerap sekitar 5,52 juta tenaga kerja. Selain itu, pemerintah juga menghemat belanja diesel untuk pembangkit listrik dan menurunkan emisi karbon secara signifikan.
Keempat belas PLTS yang diluncurkan tersebar di pulau Jawa, Sumatera, dan Bali. Berikut rinciannya berdasarkan lokasi:
Presiden menegaskan komitmennya terhadap target ambisius tersebut. "Kita akan membangun 100 gigawatt. Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun," kata Prabowo.
Bahlil menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, serta seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat dalam percepatan program ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan PLTS berjalan sesuai jadwal.
Program ini merupakan bagian dari strategi transisi energi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan total kapasitas yang ditargetkan, pemerintah berharap dapat meningkatkan bauran energi terbarukan secara substansial dalam beberapa tahun ke depan.