Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa. Program ini ditargetkan menekan biaya listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun sekaligus menghentikan operasional 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) mulai 2026.
NEGARA — Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya percepatan transisi energi nasional. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut, pembangunan PLTS 100 GWp merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air yang diinstruksikan langsung oleh Presiden.
Pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS rampung pada 2026. Pada periode yang sama, sebanyak 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) mulai dipensiunkan secara bertahap.
Indonesia sebenarnya memiliki potensi energi surya yang sangat besar, mencapai 3.294 GWp. Namun, kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Artinya, kurang dari 0,05 persen potensi yang sudah dimanfaatkan.
Karena itu, pembangunan dilakukan bertahap. Tahap I sebesar 17 GWp, tahap II 18 GWp, dan tahap III 30 GWp.
"Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun," kata Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulisnya.
Sepanjang 2025, pemerintah telah membangun 15 pembangkit energi baru terbarukan (EBT), terdiri dari 12 PLTS dan tiga pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Proyek senilai Rp103,3 miliar itu melayani 1.831 kepala keluarga dan 131 fasilitas umum.
Pada 2026, pembangunan berlanjut di 39 lokasi PLTS Terpadu wilayah 3T untuk 4.259 rumah tangga dengan anggaran Rp450,2 miliar. Selain itu, tiga lokasi PLTMH juga dibangun untuk 464 rumah tangga senilai Rp50,4 miliar.
Program listrik desa tercatat telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi. Sebanyak 220.845 rumah tangga tidak mampu menerima manfaat Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Pemerintah memproyeksikan program PLTS 100 GWp akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Investasi mengalir ke pembangkit, baterai, dan jaringan, sekaligus memperkuat industri solar PV dalam negeri.
RUPTL 2025–2034 diproyeksikan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan. Lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi green jobs.
Pemerintah memastikan pembangunan PLTS 100 GWp akan terus dikawal secara bertahap dan terukur, sejalan dengan komitmen mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan kompetitif di bidang energi.