BALI — Laju indeks komposit pada paruh pertama perdagangan hari ini menunjukkan momentum bullish yang solid. Berdasarkan data RTI Business, IHSG nyaris menembus level psikologis 6.500, sementara indeks LQ45 turut menguat 1,46% ke posisi 636,653. Kondisi ini mencerminkan optimisme pasar yang meluas, dengan 417 saham tercatat menghijau, 187 saham melemah, dan 185 saham stagnan.
Aktivitas transaksi pun berlangsung ramai. Hingga jeda siang, volume perdagangan tercatat sebanyak 22,46 miliar lembar saham dengan nilai transaksi menembus Rp 7,98 triliun dan frekuensi mencapai 1.298.096 kali.
Arus modal asing terpantau deras masuk ke sektor perbankan dan tambang. Data Stockbit menunjukkan tiga emiten menjadi primadona investor asing pada perdagangan sesi ini:
Dominasi BBRI sebagai saham dengan net buy terbesar mengindikasikan kepercayaan investor global terhadap kinerja perbankan pelat merah di tengah ketahanan konsumsi domestik. Sementara itu, masuknya dana asing ke ANTM dan AMMN sejalan dengan tren penguatan harga komoditas nikel dan emas dalam beberapa pekan terakhir.
Di papan utama, pergerakan saham didominasi oleh aksi spekulatif pada saham-saham berkapitalisasi kecil. PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) tercatat menjadi pemimpin penguatan dengan melonjak 24,82% ke level Rp 880 per saham. Lonjakan ini menjadikan COIN sebagai saham dengan kenaikan tertinggi hingga sesi I berakhir.
Di sisi lain, tekanan jual cukup dalam terjadi pada PT Citra Tubindo Tbk (CTBN). Saham perusahaan penyedia jasa pengeboran minyak itu ambles 12,28% ke level Rp 3.500 per saham, menjadikannya penurunan terbesar di bursa hari ini.
Penguatan IHSG yang signifikan ini terjadi tanpa katalis negatif dari dalam negeri. Pelaku pasar tampak merespons positif data eksternal serta ekspektasi kebijakan moneter yang akomodatif. Aksi beli asing yang konsisten di saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor utama penggerak indeks.
Dengan posisi IHSG yang hanya berjarak tipis dari level 6.500, para pelaku pasar akan mencermati kemampuan indeks untuk bertahan di zona hijau pada sesi kedua. Level resistance terdekat berada di kisaran 6.493-6.500, dan jika berhasil ditembus, bukan tidak mungkin IHSG melanjutkan penguatannya hingga penutupan perdagangan nanti.
Investasi mengandung risiko.