BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di Flores, Warga Nagekeo Diimbau Waspada Dua Pekan ke Depan

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:46:01 WIB
Warga menyaksikan aktivitas seismik di wilayah pesisir utara Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (tanggal), menyusul rangkaian gempa susulan yang tercatat BMKG.

BALI — Rangkaian gempa beruntun kembali mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sejak Rabu dini hari hingga pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 11 kali guncangan dengan magnitudo 3,6 hingga 4,8 pada kedalaman dangkal 6-12 kilometer. Seluruh episenter berada di laut, tepatnya di wilayah utara hingga timur laut Mbay.

Guncangan terbaru ini merupakan bagian dari rentetan panjang aktivitas seismik pascagempa besar magnitudo 7,7 yang melanda Flores. Data BMKG menunjukkan angka gempa susulan yang terbilang masif, dengan 24 di antaranya berkekuatan di atas magnitudo 5 dan 81 kali dirasakan getarannya oleh masyarakat.

Grafik Peluruhan Belum Menunjukkan Tren Penurunan

Arief Tyasmata menjelaskan, meski magnitudo gempa susulan bervariasi antara 1,1 hingga 6,2, pola aktivitasnya masih fluktuatif. "Dari grafik peluruhan masih fluktuatif dan belum terlihat jelas pola peluruhannya," ujarnya di Kupang, Rabu.

Pernyataan ini mengindikasikan energi di dalam bumi belum sepenuhnya stabil. BMKG memperkirakan butuh waktu sekitar 14 hingga 21 hari bagi aktivitas kegempaan untuk mulai mereda ke kondisi normal.

Imbauan Resmi dan Antisipasi Masyarakat

Menghadapi situasi ini, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Flores dan sekitarnya. Masyarakat diminta tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan lembaga tersebut.

"Estimasi sekitar dua sampai tiga minggu ke depan akan stabil," kata Arief menambahkan.

Imbauan ini ditegaskan untuk mencegah publik mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Berita bohong atau hoaks yang beredar di tengah kondisi darurat berpotensi memicu keresahan massal di kalangan korban gempa.

Mengapa Gempa Dangkal Lebih Berisiko?

Gempa susulan di Nagekeo kali ini memiliki kedalaman yang relatif dangkal, antara 6 hingga 12 kilometer. Karakteristik ini berbeda dengan gempa utama yang bersumber lebih dalam.

Dengan kedalaman yang dangkal, getaran yang dirasakan di permukaan cenderung lebih kuat meskipun magnitudonya lebih kecil. Hal ini yang menyebabkan gempa berkekuatan 3,6 hingga 4,8 tetap terasa signifikan oleh warga di pesisir utara Nagekeo. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kerusakan ringan pada bangunan yang sebelumnya sudah retak akibat guncangan utama.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: berita.liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top