Bupati Badung Perkuat 89 Kepala Lingkungan dan Kelian Banjar di Kuta Utara, Fokus Pendataan Warga Kos dan Kemacetan

Penulis: Darmawan Putra  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:40:01 WIB
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas bagi 89 aparat kewilayahan di Kuta Utara, Selasa (18/8/2026).

MANGUPURA — Sebanyak 89 aparat kewilayahan di Kuta Utara mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas yang resmi dibuka Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Selasa (18/8/2026). Mereka terdiri dari 46 Kepala Lingkungan (Kaling) dan 43 Kelian Banjar Dinas yang tersebar di tiga kelurahan dan tiga desa.

Bimtek yang berlangsung hingga Kamis (20/8/2026) di Kantor Camat Kuta Utara ini dirancang untuk menyamakan persepsi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

Pendataan Warga Kos Jadi Prioritas Utama

Adi Arnawa memberikan perhatian khusus pada validitas administrasi kependudukan, terutama bagi penduduk non-permanen yang tinggal di rumah kos. Menurutnya, pendataan yang ketat menjadi kunci deteksi dini gangguan keamanan lingkungan.

"Karena Kuta Utara merupakan daerah pariwisata yang terus berkembang, tentu tantangan ke depan juga semakin besar. Mulai dari kemacetan, kebersihan lingkungan hingga persoalan keamanan dan kriminalitas," ujarnya di hadapan para peserta.

Materi Bimtek: dari Sampah hingga Pengawasan WNA

Selama tiga hari, para peserta menerima materi yang langsung menyentuh persoalan harian di lapangan. Kasi Pemerintahan Kecamatan Kuta Utara, Gede Bayu Pramana, merinci cakupan pelatihan yang diikuti para aparat tersebut.

  • Administrasi Kependudukan dan peran Kaling dalam pemerintahan.
  • Sistem Pengolahan Sampah Terpadu dan penegakan Peraturan Daerah.
  • Pendataan Wajib Pajak melalui SIOPD serta perizinan bangunan dan usaha.
  • Skema penanganan Warga Negara Asing (WNA) dan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos).

Pembangunan Jalan Baru untuk Tekan Kepadatan

Di luar pelatihan aparatur, Pemkab Badung terus mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di Kuta Utara. Adi Arnawa menyebut pembangunan sejumlah ruas jalan baru menjadi prioritas untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus menggerakkan ekonomi kawasan.

"Kalau pariwisata kita berkembang dan berkualitas, tentu akan semakin banyak orang datang, berinteraksi maupun bekerja. Ibaratnya, kalau ada gula, semut akan datang," ungkap Bupati.

Ia menegaskan aparat kewilayahan harus bekerja dengan tulus, transparan, dan sesuai batas kewenangan. Adi Arnawa meminta jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memberikan pelayanan dokumen secara optimal tanpa keluar dari regulasi.

"Yang paling penting adalah kita terbuka dan bersama-sama menyamakan persepsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Pembukaan Bimtek turut dihadiri jajaran Forkopimcam Kuta Utara, narasumber dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Badung, serta para Lurah dan Perbekel se-Kecamatan Kuta Utara.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: updatebali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top