DENPASAR — Puluhan peserta dari lingkungan FIFASTRA Denpasar 2 mendapat pembekalan keselamatan berkendara dari Astra Motor Bali. Mereka diajak untuk membangun kebiasaan kecil yang berdampak besar pada keselamatan di jalan raya.
Edukasi ini menyoroti aspek yang kerap terlewat, yaitu kondisi tubuh dan perlengkapan pengendara. Pemeriksaan kondisi fisik, penggunaan helm, jaket, sarung tangan, hingga sepatu menjadi tameng utama sebelum roda mulai berputar.
Instruktur juga mengingatkan pentingnya pengendalian emosi saat berada di jalan. Pengendara diminta untuk tetap tenang dan fokus ketika menghadapi situasi tak terduga, karena pikiran yang jernih mampu menekan risiko kecelakaan.
Kebiasaan terburu-buru disebut sebagai pemicu hilangnya konsentrasi. Karena itu, memberi jeda waktu yang cukup sebelum perjalanan menjadi poin penting yang ditekankan dalam sesi ini.
Safety Riding Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, menegaskan bahwa semangat #Cari_Aman harus ditanamkan mulai dari lingkaran internal perusahaan. Menurutnya, perubahan budaya berkendara yang aman akan lebih mudah diwujudkan jika dimulai dari diri sendiri.
“Semangat #Cari_Aman tidak hanya kami sampaikan kepada masyarakat dan pelajar, tetapi juga kepada internal Astra Group. Ketika kita sudah menerapkannya dalam keseharian, akan lebih mudah mengajak orang lain melakukan hal yang sama,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Astra Motor Bali berharap para peserta dapat menjadikan #Cari_Aman sebagai kebiasaan sehari-hari, baik saat berangkat kerja maupun beraktivitas lainnya. Komitmen edukasi ini akan terus digulirkan ke berbagai kalangan.
Targetnya jelas: terciptanya budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab di Bali. Peserta yang hadir pun terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan.