DENPASAR — Suasana aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) berubah menjadi ruang ekspresi yang riuh pada Senin lalu. Sorak sorai suporter, tepuk tangan, dan tawa pecah mengiringi setiap penampilan siswa dalam acara Hari Ekspresi yang digelar menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini menjadi panggung bagi siswa kelas X dan XI untuk menunjukkan bakat mereka. Sementara itu, siswa kelas XII tidak diikutsertakan karena sedang menjalani masa Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Panitia menyediakan empat kategori yang dilombakan, yaitu seni pertunjukan, musik, tari, dan kreativitas. Pada kategori seni pertunjukan, para siswa dapat memilih drama perjuangan, teater kesehatan, puisi kemerdekaan, monolog pahlawan, hingga storytelling.
Adapun untuk kategori musik, panitia membuka ruang bagi solo vokal lagu nasional, vocal group, band akustik, maupun paduan suara. Keragaman jenis pertunjukan ini tampak jelas di atas panggung, mulai dari penampilan tari dengan busana tradisional Bali hingga drama yang membuat penonton larut dalam alur cerita.
Bagi sebagian siswa, tampil di depan umum merupakan tantangan tersendiri. Berdiri di hadapan banyak orang, menghafalkan dialog, mengatur gerakan, hingga memainkan sebuah karakter membutuhkan keberanian yang tidak kecil.
Dukungan dari suporter kelas juga menjadi bagian tak terpisahkan dari acara ini. Mereka tidak hanya menonton, tetapi terus memberikan semangat melalui sorakan dan tepuk tangan, menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan meriah.
Hanin Azzahra Alwiyah Al-Kaff selaku Ketua Panitia OSIS mengungkapkan, menjadi ketua panitia untuk pertama kalinya merupakan pengalaman yang melelahkan namun berharga. Ia mengaku banyak belajar dari proses persiapan hingga pelaksanaan acara.
“Menjadi ketua panitia untuk pertama kalinya cukup melelahkan. Walaupun acaranya bukan acara yang besar, kegiatan ini sangat menguras energi. Tetapi dari sini saya banyak belajar dan mendapatkan banyak hal baru,” ujar Hanin.
Meski berjalan lancar, Hanin menuturkan sempat muncul kendala terkait durasi penampilan beberapa peserta yang melebihi ketentuan. Pada kategori tari, misalnya, durasi yang diatur lima hingga tujuh menit, tetapi ada peserta yang tampil hingga sekitar 15 menit. Hal ini sempat membuat susunan acara bergeser, namun panitia akhirnya dapat mengatasinya.
I Wayan Agus Suardiana Putra, guru sekaligus dewan juri, menilai kegiatan ini memiliki manfaat besar bagi para siswa. “Kegiatan ini bermanfaat karena memberi ruang bagi siswa untuk berani tampil, mengembangkan kreativitas, dan belajar bekerja sama dalam sebuah kegiatan,” ujarnya.
Di balik setiap penampilan, terdapat proses panjang yang dilalui para siswa. Ada latihan yang dilakukan, konsep yang disusun bersama kelas, kerja keras panitia dalam mengatur jalannya acara, serta dukungan penuh dari suporter.
Hari Ekspresi di Kesbam menjadi pemanasan yang bermakna sebelum perayaan 17 Agustus. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan pengibaran bendera, tetapi juga melalui keberanian untuk tampil, kesempatan untuk berkarya, dan kemauan untuk bekerja sama. [T]