JAKARTA — Kesehatan gigi dan mulut kerap dianggap sepele, padahal dampaknya langsung terasa pada aktivitas harian, mulai dari mengunyah makanan hingga berbicara. Dokter gigi Smart Dental, drg. Harum Azania Susanto, mengingatkan bahwa pemeriksaan gigi secara komprehensif adalah fondasi utama sebelum menentukan langkah perawatan.
"Setiap pasien memiliki kondisi gigi dan kebutuhan perawatan yang berbeda. Melalui pemeriksaan yang menyeluruh, dokter dapat memahami kondisi gigi, gusi, susunan gigi, serta fungsi gigitan pasien sebelum menyusun rekomendasi perawatan," ujar Harum dalam keterangannya pada Kamis.
Perencanaan perawatan yang matang, lanjut Harum, memungkinkan penanganan dilakukan secara lebih terarah. Dokter tidak hanya melihat gigi yang berlubang, tetapi juga menilai kesehatan gusi dan bagaimana susunan gigi bekerja saat digunakan untuk mengunyah.
Pendekatan ini memastikan setiap rekomendasi perawatan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan spesifik pasien, bukan sekadar solusi umum yang sama untuk semua orang.
Salah satu alasan paling mendasar menjaga kesehatan gigi berkaitan erat dengan proses pencernaan. Gigi berfungsi mengunyah makanan agar lebih mudah dicerna tubuh, dan gangguan pada gigi akan langsung berdampak pada kebiasaan makan seseorang.
Ketika gigi berlubang, terasa nyeri, atau goyang, seseorang cenderung merasa tidak nyaman saat makan dan kerap menghindari makanan tertentu. Kondisi ini dalam jangka panjang bisa memengaruhi asupan nutrisi harian.
Fungsi gigi tidak berhenti pada proses mengunyah. Posisi dan kondisi gigi, terutama gigi depan, turut berperan penting dalam membentuk suara dan pengucapan kata. Gangguan pada struktur gigi dapat memengaruhi kejelasan bicara seseorang.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kesehatan gigi secara rutin menjadi investasi jangka panjang untuk mendukung kualitas hidup secara keseluruhan, baik dari sisi kesehatan fisik maupun interaksi sosial.