13 Kepala Daerah Se-Indonesia Naik Kapal Pesiar di Pelabuhan Benoa, Wali Kota Denpasar Kenalkan Wisata Bahari

Penulis: Bayu Nugroho  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 22:38:01 WIB
kepala daerah se-Indonesia menaiki kapal pesiar di Pelabuhan Benoa untuk mengenal wisata bahari Denpasar.

DENPASAR — Malam itu, Pelabuhan Benoa berubah menjadi ruang pamer terapung. Rombongan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia naik ke atas kapal untuk menyaksikan langsung denyut wisata bahari yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Denpasar. Agenda ini merupakan rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV ke-21 APEKSI Tahun 2026.

Pelabuhan Benoa: Dari Hub Maritim ke Destinasi Wisata

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Perkotaan dan Budaya APEKSI, menyebut kawasan Pelabuhan Benoa bukan lagi sekadar tempat kapal bersandar. “Di sini ada pelabuhan kapal pesiar, pelabuhan perikanan, restoran, hingga Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Inilah yang kembali kita kenalkan kepada seluruh wali kota, bahwa Denpasar juga memiliki wisata bahari yang luar biasa,” ujarnya saat menyambut para tamu.

Pemkot Denpasar sengaja memilih Sunset Cruise Dinner sebagai format pertemuan. Selain memperkenalkan potensi daerah, suasana santai di atas kapal dinilai lebih efektif untuk membangun kedekatan antarkepala daerah. Tampak hadir Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, selaku Ketua Komwil IV APEKSI, serta Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam.

Sanur hingga Pulau Serangan: Potensi yang Belum Tergarap Maksimal

Jaya Negara tidak hanya bicara soal Pelabuhan Benoa. Di hadapan para wali kota, ia memaparkan sejumlah destinasi lain yang tersebar di ibu kota Provinsi Bali itu. Mulai dari Pantai Sanur yang ikonik dengan matahari terbitnya, Pantai Mertasari yang ramai aktivitas olahraga air, Pantai Sindu yang masih kental nuansa tradisional, hingga Pulau Serangan yang dikenal sebagai pusat konservasi penyu.

“Kehadiran para kepala daerah ini menjadi kesempatan strategis untuk memperlihatkan langsung potensi yang kami miliki,” kata Jaya Negara. Ia berharap, melalui forum ini, hubungan antardaerah tidak hanya berhenti pada diskusi kebijakan, tetapi juga melahirkan kerja sama nyata di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Denpasar Bukan Sekadar Kota Transit

Selama ini, Denpasar kerap dianggap sebagai kota penyangga destinasi wisata utama seperti Kuta, Seminyak, atau Ubud. Padahal, kata Jaya Negara, wilayah pesisir di selatan kota ini menyimpan daya tarik yang tidak kalah. Pengembangan fasilitas maritim di Pelabuhan Benoa menjadi salah satu bukti bahwa Denpasar serius bertransformasi menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Rakerkomwil IV APEKSI sendiri rencananya berlangsung selama beberapa hari ke depan. Selain agenda formal, para peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah titik wisata dan budaya di Denpasar. “Semoga momentum ini menjadi wahana tukar inovasi dan menciptakan solusi bersama untuk mewujudkan kota berkelanjutan,” ucap Jaya Negara menutup sambutannya.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: baliberkarya.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top