BULELENG — Suasana Bichito Cafe di Buleleng berubah menjadi ruang diskusi antara eksekutif daerah dan mahasiswa, Kamis (25/5/2026). Bupati I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna sengaja menggelar dialog interaktif untuk menjaring gagasan segar dari generasi muda demi mewujudkan visi "Buleleng Paten".
Mahasiswa Bukan Sekadar Penonton
Dalam paparannya, Sutjidra menyebut mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang memiliki energi, kreativitas, dan semangat perubahan. Ia menilai peran strategis mereka sangat dibutuhkan untuk melahirkan ide-ide kreatif dan solutif terhadap tantangan pembangunan daerah.
"Mahasiswa adalah kelompok intelektual yang memiliki energi, kreativitas, dan semangat perubahan. Saya berharap melalui diskusi seperti ini akan lahir gagasan-gagasan baru yang bisa memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan di Kabupaten Buleleng," ujar Sutjidra.
Pemerintah Tidak Anti Kritik
Sutjidra secara terbuka mengakui bahwa pemerintah daerah membutuhkan saran dan masukan dari mahasiswa. Ia berjanji akan menjadikan forum seperti ini sebagai wadah untuk mengawal program pembangunan agar tepat sasaran.
"Pemerintah tidak anti kritik. Justru kami membutuhkan saran dan masukan dari adik-adik mahasiswa agar program pembangunan yang dijalankan benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat. Saya ingin mahasiswa ikut mengawal pembangunan Buleleng," tegasnya.
Wabup: Kolaborasi Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Wakil Bupati Gede Supriatna menambahkan, mahasiswa adalah aset penting daerah yang harus diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan. Ia mendorong agar sinergi antara pemerintah dan generasi muda tidak berhenti di meja diskusi.
"Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi. Pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi sehingga ide dan inovasi mahasiswa bisa diimplementasikan dalam pembangunan daerah," ujar Supriatna.
Lima Sektor Jadi Bahasan Utama
Diskusi yang berlangsung santai tersebut membahas setidaknya lima bidang strategis: pendidikan, ekonomi kreatif, pengembangan sumber daya manusia, lingkungan hidup, dan infrastruktur. Para mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan daerah.
Langkah ini menjadi strategi baru Pemkab Buleleng untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan kaum muda. Dengan pendekatan non-formal di kafe, diharapkan muncul gagasan yang lebih cair dan aplikatif.