BALI — Desa Wisata Nglanggeran di DI Yogyakarta dan Penglipuran di Bali masuk kategori Best Tourism Villages UN Tourism, kini dipromosikan Indonesia sebagai model diplomasi pariwisata di forum ASEAN-Korea Roundtable on Tourism (AKRT) 2026 Jakarta. Forum ini menargetkan pertukaran wisatawan dua arah ASEAN-Korea Selatan naik dari 13 juta menjadi lebih dari 20 juta orang. Pembahasan desa wisata tahun ini bergerak lebih jauh dari sekadar konsep pariwisata berbasis komunitas.
Kementerian Pariwisata membawa pengalaman konkret pengembangan desa wisata ke meja dialog regional. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini M. Paham menyebut sejumlah desa wisata Indonesia telah lolos kurasi internasional dan layak jadi contoh bagi negara lain.
Selain Nglanggeran, Penglipuran, dan Jatiluwih di Bali, ada Desa Wisata Wukirsari di DI Yogyakarta yang juga masuk daftar pengakuan UN Tourism. Keempatnya jadi rujukan bagaimana masyarakat lokal ditempatkan sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton di destinasi sendiri.
Dari Da Nang ke Jakarta: Apa yang Berubah
Isu desa wisata sudah pernah dibahas di pertemuan AKRT tahun sebelumnya di Da Nang, Vietnam. Waktu itu pembahasannya masih berhenti di konsep pariwisata berbasis komunitas.
Pada penyelenggaraan di Jakarta, Indonesia membawa pembahasan lebih jauh dengan memaparkan pengalaman konkret pengembangan desa wisata. Martini menyebut pengalaman itu sebagai praktik baik yang bisa dibagikan ke negara ASEAN dan Korea Selatan.
Korea Selatan Incar Pasar Wisata Ramah Muslim
Korea Selatan tidak hanya tertarik pada pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Negara itu juga menunjukkan minat mempelajari potensi industri wisata ramah muslim yang terus tumbuh.
Menurut Martini, Korea Selatan ingin memahami cara menyiapkan destinasi yang memenuhi kebutuhan wisatawan muslim, mulai dari ketersediaan fasilitas hingga kualitas layanan yang menunjang kenyamanan perjalanan.
"Korea juga ingin melihat karena pasar (muslim) Indonesia besar sekali, selain itu (di ASEAN) juga ada Brunei dan Malaysia. Jadi (Korsel) ingin tahu bagaimana cara menyiapkan diri untuk bisa menerima wisatawan muslim," kata Martini di Jakarta, Kamis.
Target 20 Juta Kunjungan Dua Arah
AKRT 2026 digelar di Indonesia atas inisiatif Korea Selatan sebagai forum dialog untuk memperkuat kerja sama pariwisata dengan negara-negara ASEAN. Forum ini juga merumuskan rekomendasi kebijakan yang bisa diterapkan di masing-masing negara.
Targetnya ambisius: pertukaran wisatawan dua arah ASEAN-Korea Selatan dinaikkan dari sekitar 13 juta menjadi lebih dari 20 juta orang. Upayanya lewat penguatan kemudahan perjalanan dan peningkatan kualitas layanan pariwisata kawasan.
Potensi pasar itu terlihat dari pergerakan wisatawan sepanjang 2025. Kunjungan wisatawan ASEAN ke Korea Selatan tercatat sekitar 2,7 juta, sementara perjalanan wisatawan Korea Selatan ke kawasan ASEAN mencapai lebih dari 10 juta kunjungan.
Peluang bagi Traveler dan Pengelola Desa Wisata
Bagi traveler yang merencanakan liburan berbasis alam dan budaya, keempat desa wisata yang disebut di forum ini bisa masuk daftar pertimbangan. Nglanggeran di Gunungkidul dikenal lewat jalur geosite dan aktivitas warga, sementara Penglipuran di Bangli punya tata ruang kampung yang tertata dan Jatiluwih menawarkan lanskap terasering sawah.
Pengelola desa wisata di dalam negeri bisa membaca sinyal dari forum ini: standar layanan, kesiapan fasilitas, dan keterlibatan warga jadi bahan penilaian di tingkat regional. Informasi terkini soal paket kunjungan dan tarif tiap desa dapat dikonfirmasi lewat dinas pariwisata setempat atau pengelola resmi desa wisata masing-masing.
Indonesia berharap kekayaan desa wisata dan pengalaman membangun pariwisata berbasis masyarakat menjadi kontribusi penting dalam memperkuat daya saing pariwisata kawasan.