BALI — Tiga aktor drama kolosal, Aris Kurniawan, Ahmad Affandy, dan Reiner Manopo, berbagi cerita soal risiko syuting adegan laga yang mereka jalani. Ahmad Affandy mengaku berat badannya turun 6 kilogram dalam dua minggu, sementara Reiner Manopo harus mengulang satu adegan pertarungan lebih dari 27 kali.
Aris Kurniawan, Ahmad Affandy, dan Reiner Manopo menuturkan pengalaman itu saat ditemui di Studio Brownis Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2026). Ketiganya sepakat bahwa adegan pertarungan dalam drama kolosal menuntut kesiapan fisik yang jauh di atas akting biasa.
Benturan senjata, kostum perang berbahan logam, sampai jatuh dari kuda menjadi risiko harian. Ahmad Affandy bahkan kehilangan 6 kilogram berat badan hanya dalam dua minggu syuting.
Memar dan Kostum Logam Jadi Risiko Aris Kurniawan
Aris mengaku sudah terbiasa mengalami luka dan memar saat menjalani adegan perkelahian. Benturan senjata, kostum perang berbahan logam, hingga terjatuh dari kuda menjadi risiko yang kerap dihadapinya, terutama saat memerankan tokoh antagonis.
"Pernah, sering. Kalau luka tuh sering ya, kalau memar, kadang-kadang nih cedera karena kostum ya, kan besi nih, tembaga. Tuh kalau lagi fight, ya kena. Jatuh dari kuda juga," kata Aris.
Soal kostum, Aris memilih mencuci sendiri pakaian yang dikenakannya. Alasannya praktis: 80 persen tokoh antagonis yang ia mainkan punya porsi pertarungan besar, sehingga baju cepat kotor oleh keringat dan aktivitas di lokasi.
"Karena aku sendiri setiap dapat tokoh antagonis, 80% banyak fight-nya. Baju kotor, kena keringat kuda, secapek-capeknya cuci sendiri. Daripada nanti kita gatal-gatal kan pas take," ujarnya.
Ahmad Affandy Turun 6 Kilogram dalam Dua Minggu
Beban fisik itu juga dirasakan Ahmad Affandy. Berat badannya melorot dari 60 kilogram menjadi 54 kilogram hanya dalam dua minggu, imbas latihan fighting berjam-jam setiap hari.
"Gua pernah pertama kali syuting itu masih berat 60 kilo, baru 2 minggu turun jadi 54 kilo. Karena fighting-nya sehari berapa jam rutin selama 4 bulan. Dari bajunya ketat sampai longgar," tutur Ahmad.
Penurunan drastis itu terjadi karena jadwal latihan bela diri yang rutin selama empat bulan syuting. Ukuran kostumnya pun ikut berubah, dari ketat menjadi longgar.
Reiner Manopo Ulang Adegan Laga 27 Kali
Reiner Manopo menghadapi tantangan berbeda. Ia pernah menjalani adegan perkelahian melawan lima orang sekaligus dengan koreografi sekitar 35 gerakan.
Menghafal gerakan saja tidak cukup. Reiner berlatih lebih dari 30 kali dan menjalani pengambilan gambar lebih dari 27 kali demi mendapat hasil yang sesuai.
"Saya lawan 5 orang waktu itu, dan itu dihitung ada 35 gerakan. Sementara saya harus latihan, latihannya itu udah lebih dari 30 kali. Take-nya lebih dari 27 kali," ungkap Reiner.
Totalnya, ia harus mengulang rangkaian 35 gerakan hampir 50 kali, dan itu dilakukan sambil mengenakan kostum tempur yang berat. "Berarti total hampir 50 sekian kali 35 gerakan, dan itu udah capek banget saya," pungkasnya.
Konsentrasi dan Solidaritas Jadi Kunci
Di tengah semua risiko itu, Aris menekankan pentingnya menjaga konsentrasi dan solidaritas antarpemain. Adegan laga, menurutnya, bergantung pada kerja sama tim karena satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal, terutama jika menyangkut area wajah dan mata.
"Makanya pemain kolosal itu harus kuat mental dan jaga solidaritas sesama tim/pemain, itu hukumnya wajib," tegasnya.
Cerita ketiga aktor ini memperlihatkan bahwa drama kolosal tidak sekadar mengandalkan kemampuan akting. Ketahanan fisik, konsentrasi, dan kekompakan tim menentukan apakah adegan pertarungan tampil meyakinkan tanpa mengorbankan keselamatan pemain.