BALI — Kabar ini datang tak lama setelah "Falling House" mendapat sambutan kuat di Venice Film Festival. Film tersebut menjadi salah satu judul yang paling diperbincangkan di seksi Horizons.
Paradise City Sales juga merilis teaser pertama "Falling House". Cuplikan itu memperlihatkan drama keluarga yang menegangkan dengan latar tekanan sosial dan politik di Iran kontemporer.
Sinopsis: Rumah yang Berubah Jadi Penjara
"Falling House" ditulis dan disutradarai sendiri oleh Gharaei. Ceritanya mengikuti sebuah keluarga sederhana di pinggiran Tehran yang rumahnya terancam digusur untuk proyek pembangunan kembali.
Tokoh utamanya, Rashid, seorang sipir penjara yang diskors dari pekerjaannya karena dituduh korupsi. Situasinya makin rumit ketika ia mengetahui putri sulungnya, Ensi, diam-diam berencana meninggalkan Iran untuk mengejar karier sebagai model.
Saat buldoser mendekati rumah mereka, ketegangan di dalam keluarga memuncak. Rashid perlahan mengubah tempat yang seharusnya menjadi perlindungan menjadi penjara buatannya sendiri.
Film ini dibintangi Farhad Aslani, Laleh Marzban, Rima Raminfar, dan Elena Khakbazan.
Kesepakatan Distribusi di Tiga Negara
Paradise City Sales mengonfirmasi Jokers Films akan mendistribusikan film ini di Prancis, Wanted Cinema di Italia, dan Karma Films di Spanyol. Negosiasi untuk beberapa wilayah lain masih berlangsung.
Jokers Films menyebut "Falling House" sebagai bagian dari tradisi sinema protes Iran. Mereka menarik paralel dengan karya Mohammad Rasoulof, Maryam Moghadam, dan Saeed Roustaee.
"When a house about to be demolished turns into a prison, the entire family unit implodes," ujar The Jokers Films. "In the tradition of Iranian protest cinema, echoing the works of Mohammad Rasoulof, Maryam Moghadam, and Saeed Roustaee, this tragically common domestic drama captures with both humanity and precision the violence of patriarchy in Iran, the invisibilization of women, and the state of a system at its breaking point."
Anastasia Plazzotta, CEO Wanted Cinema, menyebut film ini sebagai karya yang berani. Menurutnya, "Falling House" lewat dua generasi perempuan mengubah kisah keluarga menjadi refleksi tentang kebebasan dan perjuangan lepas dari struktur patriarki.
Lanjutan Karier Gharaei Setelah Blockage
"Falling House" menjadi film lanjutan Gharaei setelah "Blockage" (2017). Drama itu memenangkan best film di Busan dan tayang di Rotterdam serta Munich.
Sang sutradara menggambarkan "Falling House" sebagai kisah tentang kebebasan yang hilang. Ia juga menyoroti pilihan-pilihan yang terkubur di bawah rasa takut dan takdir yang dipaksakan.
Gharaei membuat film ini di dalam lingkungan sensor Iran yang ketat. Proses produksinya melibatkan Milad Khosravi dan Gharaei untuk Seven Springs Pictures, Odessa Rae untuk RaeFilm Studios, serta Daya Fernandez, Amaury Nolasco, dan Alois Rubenbauer untuk 3SIX9 Studios.
Uschi Feldges dan Ansgar Frerich dari Basis Berlin Filmproduktion serta Solmaz Azizi dari Zentropa Germany bertindak sebagai co-producer.
Penjualan "Falling House" ke Eropa menegaskan posisi sinema Iran sebagai salah satu kekuatan yang terus diperhitungkan di festival dan pasar film internasional.