BALI — Swedia bukan lagi sekadar negara asal Spotify dan Klarna. Dalam dua tahun terakhir, ekosistem startup-nya melahirkan nama-nama baru yang menarik perhatian global, mulai dari Legora yang fokus pada kecerdasan buatan untuk ranah hukum, hingga Lovable yang menggarap alat coding berbasis deskripsi bahasa alami.
Data Dealroom mencatat pendanaan ekosistem ini mencapai US$2,8 miliar sepanjang tahun berjalan, dengan proyeksi akhir tahun menembus US$5 miliar. Realisasi 2025 memang masih di bawah rekor US$8,5 miliar pada 2021, tapi trennya menunjukkan pasar modal ventura mulai memanas kembali setelah periode koreksi.
Faktor Budaya: Founder Kini Profesi Bergengsi
Sophia Bendz, general partner di Cherry Ventures, melihat pergeseran budaya sebagai kunci utama. Ketika ia masih bekerja di Spotify, profesi banker atau konsultan adalah tujuan utama para lulusan terbaik. Kondisi itu berubah drastis.
"Sekarang banyak orang mengoptimalkan diri untuk menciptakan sesuatu, mengejar kebebasan sekaligus kekayaan," ujar Bendz saat menjadi bintang tamu podcast Equity.
Efek Bergulir dari Generasi Pertama Founder
Gelombang startup terbaru di Stockholm mendapat modal besar dari generasi pertama entrepreneur Swedia. Mereka tidak hanya menyuntikkan dana, tapi juga membagikan pengalaman lewat program mentoring. Sebagian bahkan kembali membangun perusahaan baru—Daniel Ek, pendiri Spotify, ikut mendirikan Neko Health yang bergerak di bidang teknologi kesehatan.
Fenomena serupa terjadi di internal perusahaan rintisan. Karyawan Lovable dan Legora disebut Bendz memiliki dorongan kewirausahaan tinggi dan mulai banyak yang hengkang untuk mendirikan usaha sendiri. "Mereka melihat peluang besar yang bisa dibangun dengan teknologi tersebut," katanya.
Investor AS Mulai Melirik Pasar Nordik
Minat investor Amerika terhadap startup Swedia meningkat signifikan. Bendz mengungkapkan semakin banyak investor AS yang terbang langsung ke Stockholm untuk bertemu founder dan menyerahkan term sheet. Ia menilai hal ini menjadi bukti kualitas perusahaan rintisan di negaranya.
"Ini justru menjadi penanda bahwa kami melakukan banyak hal dengan benar," ucapnya.
Nama-nama lain yang mencuat dari ekosistem ini mencakup Neko Health dan Einride, perusahaan otonom di bidang angkutan barang. Kombinasi dukungan modal, budaya yang menghargai founder, serta regenerasi entrepreneur membuat Swedia menjelma menjadi salah satu hub teknologi paling produktif di Eropa.