DENPASAR — Masyarakat Bali yang berencana memulai pekan dengan kegiatan sakral bisa mengacu pada perhitungan Ala-Ayuning Dewasa, Senin (31/8/2026). Dalam kalender tradisional Bali, hari ini memiliki kombinasi unsur keberuntungan sekaligus pantangan untuk beberapa aktivitas tertentu, terutama yang berkaitan dengan upacara yadnya.
Baik untuk Dewa Yadnya dan Menebang Kayu
Berdasarkan perhitungan padewasan, hari ini sangat disarankan bagi umat yang ingin melaksanakan upacara pemujaan atau Dewa Yadnya. Beberapa kategori dewasa ayu yang mendominasi antara lain Amerta Dadi yang sangat baik untuk penyelenggaraan upacara dan pemujaan terhadap leluhur, dengan alahing dewasa tingkat 4.
Selain itu, ada Kala Wisesa yang bernilai baik untuk menebang kayu sebagai bahan bangunan, memulai kegiatan baru, serta melantik atau mengangkat petugas. Kategori ini juga memiliki alahing dewasa tingkat 4.
Aktivitas lain yang diizinkan pada hari ini cukup beragam. Kala Alap baik untuk menanam pohon kelapa, sedangkan Pepedan cocok untuk membuka lahan pertanian atau perkebunan baru. Untuk pekerjaan fisik seperti membangun bendungan, kategori Banyu Urug memberikan nilai baik, meski di sisi lain kategori yang sama justru tidak baik untuk membuat sumur.
Larangan Keras untuk Ngaben dan Melaspas
Meski banyak aktivitas yang diperbolehkan, ada pantangan yang harus dihindari. Kategori Kaleburau dengan alahing dewasa tingkat 4 secara tegas menyatakan tidak baik untuk melaksanakan upacara karya ayu atau yadnya. Bahkan, dilarang keras untuk melakukan ritual atiwa-tiwa atau ngaben pada hari ini.
Pantangan serupa juga menyasar upacara melaspas. Kategori Geni Rawana yang baik untuk pekerjaan memanfaatkan unsur api, justru dinilai tidak baik untuk mengatapi rumah, melaksanakan upacara melaspas, dan kegiatan bercocok tanam.
Bagi masyarakat yang berencana memindahkan orang sakit, sebaiknya menunda. Kala Sudukan dianggap tidak baik untuk aktivitas tersebut karena menunjukkan unsur perombakan atau ketidakstabilan.
Pekerjaan yang Disarankan dan Perlu Dihindari
Bagi para pengrajin, hari ini ada kabar baik. Kala Wikalpa bernilai baik untuk proses pembuatan senjata keris maupun benda tajam sejenisnya. Namun, kategori Pepedan justru tidak baik untuk membuat peralatan dari bahan besi.
Untuk bidang pertanian, Taliwangke baik digunakan untuk memasang tali penghambat di area sawah atau kebun, memperbaiki pagar, dan membuat tali pengikat padi. Sebaliknya, kategori yang sama tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun atau membuat tali pengikat ternak.
Sementara itu, ada beberapa kategori yang perlu diwaspadai secara umum. Bojog Munggah dengan alahing dewasa tingkat 4 menandakan hari yang tidak baik untuk memulai bercocok tanam padi atau jagung. Begitu pula dengan Panca Prawani yang tidak baik digunakan sebagai dewasa ayu atau hari baik utama.