BALI — Kabinnya sangat senyap—hampir tidak ada dengung dari komponen listrik. Ban di pelek 18 inci punya sidewall cukup tebal untuk menjaga kenyamanan, dengan grip yang memadai. Radius putar 35,4 kaki membuat mobil mungil ini mudah diparkir. Tapi kalau digeber, body roll-nya cukup terasa—masih dalam batas wajar dan tetap bisa diprediksi.
Sistem Regen dan Pengisian Daya: Fleksibel Tapi Bukan One-Pedal
Ada lima level regenerative braking (B1–B5) plus tombol e-Step yang menambah kekuatan regen—satu eksekutif menyebutnya "B8". Tapi ini bukan one-pedal driving sejati: pengemudi tetap harus menginjak rem untuk berhenti total di bawah sekitar 8 mph. Mobil juga mempertahankan creep torque seperti matic konvensional, meski fitur Auto Hold bisa mematikannya setelah berhenti penuh.
Port pengisian mengikuti strategi Leaf: port NACS (Tesla) di fender kanan depan untuk DC fast-charging dengan puncak sekitar 150 kW—bisa mengisi 10–80 persen dalam 35 menit dalam kondisi ideal. Adaptor CCS-to-NACS disertakan. Kalau memasukkan DC fast-charger ke navigasi sebagai tujuan, baterai otomatis dipreconditioning untuk pengisian tercepat.
Untuk charging AC 240-volt, ada port J-1772 di fender kiri depan dengan onboard charger 7,2 kW—mengisi 20–80 persen sekitar 6,5 jam. Kabel portabel dengan adaptor 240V dan 120V sudah standar.
Kabin: Nyaman, Tapi Ada Detail yang Terasa Murah
Interior serba hitam memadukan panel datar dan diamond-quilted. Materialnya campuran soft dan hard plastic—tidak lagi berkesan "mobil murah" seperti compact car 15 tahun lalu, tapi jelas bukan kelas premium. Yang paling mencolok jelek: deretan empat tombol hitam persegi di tengah dasbor untuk Park, Reverse, Neutral, dan Drive. Terlihat murah dan kurang menyatu dengan desain interior.
Sistem AC dengan heat pump bekerja baik meski mobil diparkir di bawah sinar matahari beberapa jam. Efisiensi juga terbantu karena heat pump sekaligus mengatur suhu baterai dan motor.
Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi Eclipse Sportback 2027
- Kelebihan: Range 282 mil yang solid untuk kelasnya
- Kelebihan: Kabin sangat senyap dan nyaman untuk penggunaan harian
- Kelebihan: Desain depan jauh lebih berkarakter daripada Leaf
- Kelebihan: Fleksibilitas charging dengan port NACS dan J-1772
- Kekurangan: Pada dasarnya hanya Leaf dengan badge Mitsubishi
- Kekurangan: Bukan one-pedal driving; harus injak rem untuk berhenti total
- Kekurangan: Tombol transmisi di dasbor terlihat murah
- Kekurangan: Body roll cukup terasa saat dikendarai agresif
Verdict: Cocok untuk Siapa?
Eclipse Sportback jelas bukan EV revolusioner—secara fundamental ini Leaf yang sudah terbukti, dengan sentuhan desain Mitsubishi yang bikin tampilannya lebih menarik. Buat yang mencari EV kompak dengan range cukup jauh, kabin senyap, dan harga kompetitif, mobil ini layak masuk daftar. Tapi kalau prioritasmu adalah performa menikung atau teknologi one-pedal driving, ada opsi lain yang lebih mumpuni di kelas harga ini. Keputusan akhir tetap menunggu harga resmi dan pengujian jalan yang lebih panjang.