BADUNG — Sebanyak sembilan sepeda motor ringsek dihantam truk molen bernomor polisi B 9513 SYL yang mundur tak terkendali di kawasan Pecatu, Kuta Selatan, Sabtu (18/7/2026). Truk bermuatan semen itu baru berhenti setelah merobohkan tembok garasi milik warga setempat.
Kapolsek Kuta Selatan, Kompol Muhammad Said Husen, mengonfirmasi bahwa peristiwa ini tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa. "Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan kerugian secara kekeluargaan dan berdamai, yang dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian," ujarnya.
Kronologi: Sopir Turun Bersihkan Sisa Cor, Truk Meluncur Mundur
Pengemudi truk, Handoko (52), awalnya memarkir kendaraannya di jalur miring untuk menurunkan sisa cor beton. Material tersebut rencananya digunakan secara swadaya menutup lubang di jalan setempat.
Petaka terjadi saat Handoko turun dan membersihkan sisa cor di bagian belakang. Diduga fungsi rem tangan (handbrake) tidak maksimal, truk berbobot besar itu tiba-tiba bergerak mundur menuruni tanjakan.
Moncong belakang truk menghantam keras tembok garasi hingga roboh. Sembilan motor milik penghuni rumah dan warga sekitar yang terparkir di dalam garasi langsung lumat.
Kerugian Material dan Tindak Lanjut
Polisi dari Unit Lantas Polsek Kuta Selatan langsung melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP) dan mengamankan arus lalu lintas di jalur pariwisata tersebut. Meski kerugian material cukup besar, kasus ini dipastikan tidak berlanjut ke ranah pidana.
Imbauan Polisi untuk Sopir Kendaraan Berat di Kuta Selatan
Atas kejadian ini, Polsek Kuta Selatan mengeluarkan atensi khusus bagi operator angkutan logistik dan kendaraan berat yang kerap melintasi kontur jalan berbukit dan terjal di kawasan tersebut.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi, khususnya kendaraan berat, agar selalu memastikan kondisi kelaikan kendaraan dan sistem pengereman dalam keadaan prima sebelum maupun saat berhenti di lokasi dengan kondisi jalan menanjak atau menurun," tegas Kompol Muhammad Said Husen.