Pencarian

Skema Sewa Baterai Jadi Jurus Pabrikan Tekan Harga Motor Listrik di Indonesia

Senin, 20 Juli 2026 • 12:05:31 WIB
Skema Sewa Baterai Jadi Jurus Pabrikan Tekan Harga Motor Listrik di Indonesia
Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi menyampaikan paparan mengenai strategi industri motor listrik dalam konferensi pers di Bali, Minggu (19/7/2026).

BALI — Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) memetakan dua batu sandungan utama dalam akselerasi kendaraan roda dua elektrik di Tanah Air. Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi menyebut persoalan harga dan infrastruktur masih menjadi pertimbangan utama calon konsumen. Namun, strategi industri mulai berubah untuk menjawab tantangan tersebut.

Baterai Sumbang 30 Persen Biaya Produksi, Skema Sewa Jadi Solusi

Budi menjelaskan bahwa harga jual motor listrik masih sulit bersaing dengan motor bensin karena dominasi biaya baterai. Komponen ini menyumbang porsi signifikan, bahkan bisa mencapai 30 persen dari total biaya produksi satu unit kendaraan.

Menurut Budi, pabrikan kini mulai gencar menerapkan strategi pemisahan kepemilikan unit dengan baterai. "Sekarang sudah mulai banyak yang memperlakukan satu skema terkait sewa baterai, jadi motor dijual tanpa baterai karena memang harga mahal kan baterai, bisa mencapai 30 persen," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (19/7/2026).

Melalui skema ini, konsumen bisa menebus unit motor listrik dengan harga yang jauh lebih terjangkau di awal. Sementara untuk kebutuhan daya, mereka cukup membayar biaya sewa baterai secara berkala sesuai pemakaian.

Edukasi Infrastruktur Terbantu oleh Sepeda Listrik di Pedesaan

Di sisi lain, kekhawatiran masyarakat terhadap infrastruktur pengisian daya dinilai mulai terkikis secara natural. Budi mengatakan edukasi yang konsisten menjadi kunci, dan motor penggeraknya justru datang dari segmen yang lebih sederhana: sepeda listrik.

Penetrasi sepeda listrik yang sudah menyentuh wilayah pedesaan dan perkampungan memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat. Konsumen mulai menyadari bahwa operasional kendaraan berbasis baterai lebih simpel dan hemat dibandingkan kendaraan konvensional.

"Itu (sepeda listrik) minimal mengedukasi juga kenyataan menggunakan sepeda listrik lebih simple, lebih efisien. Jadi kepercayaan masyarakat untuk sepeda motor listrik semakin baik," kata Budi.

Dampak psikologis positif dari penggunaan sepeda listrik ini secara bertahap menumbuhkan rasa percaya diri konsumen untuk beralih ke motor listrik sebagai alat mobilitas harian yang lebih dinamis.

Persepsi Masyarakat Mulai Bergeser

Budi menambahkan, persepsi masyarakat perlahan berubah berkat penetrasi varian kendaraan listrik lain yang lebih masif di akar rumput. Kombinasi antara edukasi alami dari sepeda listrik dan skema harga yang lebih ramah lewat sewa baterai diharapkan mampu mempercepat adopsi motor listrik di Indonesia.

Meski begitu, industri masih menunggu kepastian skema insentif dari pemerintah untuk semakin mendongkrak daya beli konsumen. Dinamika kebijakan ini menjadi faktor penentu lain yang akan memengaruhi laju elektrifikasi roda dua di pasar lokal.

Bagikan
Sumber: otomotif.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks