Pencarian

Mentan Amran Gelontorkan Bantuan Pertanian ke Ponpes eLKISI, Target Cetak 1.000 Wirausaha Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 • 16:12:27 WIB
Mentan Amran Gelontorkan Bantuan Pertanian ke Ponpes eLKISI, Target Cetak 1.000 Wirausaha Pangan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto untuk mendorong kemandirian pangan santri.

BALIPemerintah terus menggenjot peran pesantren dalam rantai pasok pangan nasional. Terbaru, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan paket bantuan pertanian ke Pondok Pesantren eLKISI, Mojokerto. Bantuan ini tidak sekadar alat produksi, melainkan dirancang sebagai modal awal bagi santri untuk membangun usaha tani mandiri.

Bantuan yang Diserahkan dan Target Santri Wirausaha

Mentan Amran menyerahkan sejumlah sarana produksi pertanian, termasuk bibit unggul, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan) kepada pengurus ponpes. Nilai bantuan tidak disebutkan secara rinci, namun pejabat Kementan menyebut paket ini setara dengan stimulan untuk lahan demplot seluas puluhan hektar.

"Kami ingin pesantren bukan hanya mencetak ahli agama, tapi juga menjadi lokomotif swasembada pangan. Santri harus bisa bertani, berbisnis, dan mandiri secara ekonomi," ujar Amran dalam sambutannya di lokasi.

Skema Pengelolaan: Dari Lahan Demplot ke Pasar

Ponpes eLKISI akan mengelola bantuan tersebut melalui unit usaha pesantren. Lahan yang tersedia akan dijadikan demplot percontohan untuk tanaman pangan seperti padi dan jagung. Hasil panen direncanakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi santri sehari-hari, sementara surplusnya akan dijual ke pasar lokal.

Pengasuh Ponpes eLKISI menyambut baik program ini. Ia menekankan bahwa kemandirian pangan menjadi prioritas setelah harga pangan pokok kerap berfluktuasi. "Santri diajari cara menanam, memupuk, hingga memasarkan. Ini bekal hidup yang nyata," katanya.

Dampak Langsung untuk Masyarakat Sekitar

Program ini tidak hanya menyasar internal pesantren. Warga di sekitar Mojokerto juga akan dilibatkan dalam rantai pasok, mulai dari penyediaan pupuk organik hingga tenaga kerja musiman. Kementan menargetkan setiap ponpes binaan mampu menyerap setidaknya 50 tenaga kerja lokal per siklus tanam.

Jika berjalan sesuai rencana, dalam satu tahun Ponpes eLKISI bisa memproduksi puluhan ton gabah kering panen. Angka ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan 300 kepala keluarga di wilayah tersebut.

Mentan Amran berjanji akan terus memonitor perkembangan lahan demplot di eLKISI. Jika hasilnya memuaskan, model ini akan direplikasi ke 50 ponpes lain di Jawa Timur tahun depan.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks